Rabu, 17 Oktober 2018 16:47

‎Usai Nabrak Polisi di Tambusai,
Pemilik Senpi Rakitan dan Softgun Ditangkap Polsek Rambah Hilir

Polisi Rohul menangkap seorang pria yang sebelumya menabrak anggota Polsek Tambusai. Pria itu diketahui juga memiliki senjata api rakitan jenis air softgun.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Pasca menabrak anggota Polsek Tambusai, seorang pengendara mobil pick up L300, yang membawa senjata api (Senpi) rakitan dan air softgun ditangkap anggota Polsek Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Sedangkan seorang lagi berhasil melarikan diri.

‎Salah seorang pemilik Senpi rakitan dan air softgun bernama Dwi Manunggal Sawiji (37 tahun), ditangkap anggota Polsek Rambah Hilir saat razia, Senin (15/10/2018). Dwi dan temannya sempat kabur di kebun karet milik warga Dusun Kumu Baru Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir.

Dari pria kelahiran Solo yang tinggal di‎ RT 001/ RW 006 Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, polisi sita barang bukti, seperti 1 tas sandang warna hitam merk Zegari, 1 pucuk Senpi rakitan jenis revolver, 1 pucuk air softgun.

‎Polisi juga sita 1 tang potong dengan tangkai warna orange, 4 butir peluru aktif, 3 obeng, 4 kunci T, 2 kuncil L, 10 butir peluru air softgun, 1 helai masker hitam, dan lainnya.

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono mengatakan pemilik Senpi rakitan dan air softgun ditangkap berawal informasi dari anggota Satuan Lantas Polres Rohul bahwa seorang anggota Polsek Tambusai menjadi korban tabrak lari, Senin pagi sekira pukul 07.47 WIB.

"Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Rambah Hilir melakukan giat razia di depan Polsek Rambah Hilir," jelas Ipda Nanang, Rabu (17/10/2018).

Saat razia, sekira‎ pukul 07.50 WIB, datang sebuah mobil pick up L300 warna hitam berhenti mendadak berjarak sekira 100 meter, sebelum melewati Polsek Rambah Hilir.

Melihat mobil pick up berhenti mendadak, personil Polsek Rambah Hilir mendekati mobil bak terbuka tersebut, namun 2 laki-laki di dalam mobil melarikan diri ke arah kebun karet milik warga Dusun Kumu Baru Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir.

Melihat 2 pengemudi turun, dan salah seorang‎ memegang tas sandang warna hitam, anggota Polsek Rambah Hilir melakukan pengejaran ke dalam kebun karet milik warga, dibantu masyarakat setempat.

Melalui pengejaran cuku‎p lama, sekira pukul 08.30 WIB, salah seorang pelaku bernama Dwi Manunggal Sawiji berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Rambah Hilir.

Kapolsek Rambah Hilir Iptu Budi Ikhsani SH, bersama anggota, diback up Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rohul terus melakukan pencarian terhadap seorang lagi yang melarikan diri, namun tidak membuahkan hasil.‎

Dari penyisiran‎ kembali di tempat sewaktu tersangka lari, polisi menemukan sebuah tas sandang warna hitam di kebun karet warga. Setelah dibuka, dalam tas berisikan 1 pucuk Senpi rakitan jenis revolver, dan 1 pucuk senjata air softgun, dan beberapa kunci T.

Ipda Nanang mengatakan pelaku Dwi dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun kurungan.

"Tersangka dan barang bukti langsung digiring dan diamankan di Polsek Rambah Hilir untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut," pungkas Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono.***(zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang