Kamis, 11 Oktober 2018 19:01

Jembatan Pisang Kolek di Kota Lama Terendam Banjir Kiriman, ‎Mau Nyebrang Bayar Mahal

Jembatan Pisang Kolek di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Rohul, kembali terendam banjir dan mengakibatkan akses ke lima desa di seberang terganggu.‎

‎Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Jembatan Sungai Pisang Kolek di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tidak bisa dilalui, dampak meluapnya aliran Sungai Rokan pada Kamis (11/10/2018).

Akibat terendam aliran Sungai Rokan, jembatan Pisang Kolek‎ tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat yang akan menyebrang ke lima desa yang ada di seberang, seperti Desa ‎Kota Baru, Kota Raya, Muara Dilam, Pasir Indah, dan Desa Pasir Luhur‎.

‎ ‎ Lurah Kota Lama Aly Yusuf S.Sos, membenarkan bila jembatan Pisang Kolek‎ terendam banjir, luapan dari aliran Sungai Rokan, dan tidak bisa dilalui‎ kendaraan.

Untuk menyebrang ke lima desa yang ada diseberang atau sebaliknya ke Kota Lama, ungkap Aly, warga harus menggunakan jasa penyebrangan berupa sampan. Sekali menyebrang, sepeda motor dikenakan biaya antara Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu.

‎ ‎"Akibat jembatan tidak bisa dilalui, banyak anak-anak sekolah terpaksa libur, karena tidak bisa melewati jembatan tersebut (Pisang Kolek)," ungkap Lurah Kota Lama Aly Yusuf, Kamis (11/10/2018).‎

‎ ‎ ‎Aly mengungkapkan naiknya debit air Sungai Rokan disebabkan banjir kiriman dari Kabupaten Pasaman yang berada di hulu sungai.‎

‎ ‎ Menurut Aly, dampak jembatan Pisang Kolek yang tidak bisa dilalui bukan hanya terganggunya akses masyarakat saja, namun hasil panen perkebunan juga terkena imbasnya.

‎ Aly mengungkapkan sebelumnya untuk sampai ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Eka Dura Indonesia (EDI) hanya bisa ditempuh sekira 7,5 kilometer (km). Namun dengan terendamnya jembatan Pisang Kolek, masyarakat harus memutar dan harus menempuh jarak sekira 40 km.‎

‎ ‎Selain jembatan Pisang Kolek, ungkap Aly, banjir dampak luapan Sungai Rokan juga merendam rumah ditempati sekira 257 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Kota Lama.

‎ "Akibat banjir kiriman ini bahkan ada air yang sudah masuk ke pemukiman warga. Makanya harus tetap waspada, terlebih pemukiman dekat bibir sungai (Rokan)," imbau Aly dan mengatakan debit air sungai masih tinggi hingga Kamis sore.

‎ ‎ "Simpan semua barang berharga di tempat yang aman, seperti ijazah dan surat-surat berharga lain. Tetap waspada dan jangan sampai lengah, karena ‎banjir kiriman bisa saja datang tiba-tiba," pesan Lurah Kota Lama, Aly Yusup.***(zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang