Kamis, 11 Oktober 2018 18:02

Massa Aparat Desak Polres dan Kejari Rohul‎ Periksa Kades Suka Maju Kecamatan Tambusai

Massa Aliansi Pemuda Peduli Rakat (Aparat) di Rohul menggelar aksi demo. Mereka mendesak pihak berwajib memeriksa Kades Sukamaju dalam dugaan melakukan pungutan liar penjualan tanah.

iauterkini-PASIRPANGARAIAN- ‎Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (APARAT) menggelar demonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul), Kamis (11/10/2018). Pada aksinya, massa mendesak Kejaksaan‎ dan Kepolisian periksa Kepala Desa Suka Maju, Kecamatan Tambusai, terkait dugaan pungutan liar (Pungli) penjualan tanah.

Koordinator Aksi, Budiman Lawa, mengatakan ada 4 poin yang jadi tuntutan massa, pertama mendesak Kapolres Rohul segera eksekusi/ tangkap Kades Suka Maju Kecamatan Tambusai Indra Admaja, atau siapapun yang terlibat atau melibatkan diri dalam dugaan Pungli penjualan tanah Restan (R) atau tanah fasilitas umum Desa Suka Maju.

"Segera adili sesuai Undang-Undang yang berlaku secara intensif demi menyelamatkan masyarakat," tegas Budiman Lawa dalam orasinya di gerbang Kantor Kejari Rohul.

‎Kedua, APARAT juga minta u‎sut tuntas dana Usaha Ekonomi Desa (UED) Suka Maju yang diduga digunakan untuk membayar cicilan los/ tempat berjualan pasar mingguan Desa Suka Maju yang saat ini gagal difungsikan.

Ketiga, APARAT meminta usut tuntas kebenaran pengadaan sertifikat Tanah Restan atau Tanah R Desa Suka Maju. Massa menduga masyarakat dikutip dana pengurusan sertifikat kurang lebih Rp 2 juta.

Ke empat‎, APARAT mengatakan kalau aspirasi tidak ditindaklanjuti, maka mereka akan menggelar aksi demontrasi dengan jumlah massa lebih besar lagi.

Sementara, dikonfirmasi wartawan terpisah di sela acara di Masjid Agung Islamic Center Rohul, Kades Suka Maju Indra Admaja‎,‎ mengatakan akan mengikuti proses hukum bila dirinya memang terbukti bersalah.

Menurut Indra, pelaksanaan kegiatan di desanya sudah sesuai kesepakatan musyawarah desa, dan diketahui Pemerintah Kecamatan Tambusai Utara, termasuk Pemerintah Desa Suka Maju sendiri.

Menurut Indra, apa yang dilakukan di desanya tidak menyalahi aturan dan melanggar UU, karena semua kegiatan sudah melalui kesepakatan.

Indra menambahkan dirinya tetap akan mematuhi proses hukum jika memang dipanggil pihak Kejaksaan ataupun pihak Kepolisian terkait masalah tersebut.***(zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang