Rabu, 10 Oktober 2018 16:32

Karyawan Kontraktor PT Arara Abadi Selamatkan Seekor Anak Beruang

Karyawan kontraktor PT Arara Abadi temukan anak beruang. Setelah tak temukan induknya, anak beruang diserahkan ke BBKSDA Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Seekor anak beruang _(Helarctos malayanus)_betina berumur sekitar 2 bulan ditemukan oleh karyawan kontraktor PT. Arara Abadi di areal HTI yang sedang panen di Desa Dundangan, Kecamatan Pangkaran Kuras, Kabupaten Pelalawan. Pada saat ditemukan, anak beruang masih sangat kecil.

Karena di areal tersebut sedang dilakukan pemanenan dan terdapat alat berat yang sedang bekerja, maka anak beruang diselamatkan terlebih dahulu setelah sebelumnya karyawan tersebut berupaya mencari dan  berharap induk beruang akan datang untuk membawa anaknya. Namun induk yang diharapkan muncul tidak terlihat.

Karena karyawan takut jika anak beruang ditinggalkan akan mati atau dimangsa satwa lain, maka salah satu karyawan  berinisiatif membawanya pulang untuk diberi susu kaleng.

Setelah menunggu cukup lama tidak juga muncul induknya di areal tersebut, maka bayi beruang segera diserahkan ke PT Arara Abadi.

Humas PT Arara Abadi, Nurul Huda mengatakan bahwa sesuai dengan SOP di PT Arara Abadi bahwa setiap satwa yang dilindungi ditemukan, harus diserahkan ke pemerintah dalam hal ini Balai Besar KSDA Riau.

Anak beruang itu  menurut Nurul Huda akhirnya diserahkan ke Balai Besar KSDA Riau pada Senin tanggal 8 Oktober 2018 pukul 15.00 Wib.

"Di sekitar lokasi temuan, pencarian induk beruang  masih terus dilakukan," terang humas PT Arara Badi, Nurul Huda, Rabu (10/10/19).

Untuk saat ini terdapat tiga ekor anak beruang di kandang transit Balai  Besar KSDA Riau, setelah sebelumnya ada dua ekor anak beruang yang diserahkan. Satu ekor beruang betina berumur kurang lebih 5 bulan berasal dari penyerahan warga di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu dan satu ekor anak beruang jantan berumur sekitar 3 bulan  diserahkan oleh seorang karyawan PT. Arara Abadi  saat yang bersangkutan melakukan pemanenan di areal HTI di Perawang, Kabupaten Siak.

Menurut keterangan drh. Rini Deswita, ketiga anak beruang saat ini dalam kondisi sehat dan belum dapat dilepasliarkan mengingat ketiganya masih terlalu kecil sehingga harus diberi asupan susu sampai berumur sekitar dua tahun dan betul betul siap untuk dilepasliarkan.*(H-we)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang