Rabu, 19 September 2018 19:57

Terdakwa Suap Penerimaan PTT Oknum Diskes Pelalawan Minta Dibebaskan

Pengadilan Tipikor Pekanbaru kembali gelar sidang perkara suap penerimaan PTT di Pelalawan. Terdakwa meminta dibebaskan dari tunttan jaksa.

Riauterkini-PEKANBARU- Yulia Fitri, seorang oknum PNS di Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan yang menjadi terdakwa atas perkara suap penerimaan pegawai tidak tetap (PTT), meminta kepada majelis hakim tipikor yang menyidangkan dirinya, untuk dapat membenarkan dirinya dari tuntutan jaksa. Karena para saksi saksi yang memberikan keterangan dipersidangan tidak membenarkan dirinya.

Harapan itu disampaikan Yulia melalui kuasa hukumnya, Angga SH pada sidang dengan agenda pembacaan pledoi, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

" Saya berharap agar majelis hakim untuk dapatmembebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa,"kata Angga di persidangan yang dipimpin Dahlia Panjaitan.

Kuasa hukum terdakwa menyampaikan alasannya, bahwa terdakwa tidak bersalah. Bahkan sejumlah saksi dipersidangan tidak memberikan keterangan yang memberatkan terdakwa.

Atas pledoi terdakwa itu, majelis hakim yang dipimpin Dahlia Panjaitan SH akan mempertimbangkannya dalam putusan nanti. Sidang dilanjutkan satu pekan mendatang.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Dyofa Yudhistira SH, menuntut Yulia selama 4 tahun penjara denda sebesar Rp 200 juta. Jika tidak dibayar dapat diganti dengan subsider 6 bulan penjara

Perbuatan Yulia terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berdasarkan dakwaan JPU, Yulia Fitri turut serta secara bersama sama dengan terdakwa Abdul Wahab, melakukan perbuatan melawan hukum merimaan sejumlah uang bagi calon pegawai tidak tetap (PTT) atau tenaga honor di Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.

Penerimaan uang yang melanggar ketentuan undang undang ASN, tersebut terjadi tahun 2015 lalu. Dimana pada tahun 2014, Diskes Pelalawan melakukan penerimaan pegawai tenaga honor.

Atas adanya penerimaan tersebut, merupakan kesempatan bagi terdakwa untuk mencari keuntungan.

Pada calon tenaga kerja telah menyetorkan sejumlah uang agar segera diloloskan sebagai tenaga honor tahun 2015. Namun hingga pengumuman hasil ujian penerimaan. Nama-nama yang telah menyetor uang pelicin tak satupun yang keluar atau diterima. Sehingga para calon tenaga kerja ini merasa tertipu.

Namun, perbuatan Yulia Fitri ini terendus adanya dugaan tindak pidana korupsi. Yulia Fitri tidak bekerja sendirian, tapi melibatkan oknum pejabat di Diskes Pelalawan yang mengarah ke perbuatan melawan hukum dengan menggunakan jabatan tertentu.***(har)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang