Jum’at, 14 September 2018 18:46

Sebelum Bahas Anggaran Belanja, TAPD dan Banggar Fokus Bahas Retribusi dan Pendapatan BUMD

TAPD bersama Bnggar DPRD Riau segera lakukan pembahasan retribusi APBD 2019 dan pendapatan BUMD Senin lusa. Keduanya menjadi rumusan sebagai acuan kerja.

Riauterkini - PEKANBARU - Senin nanti, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau fokus penajaman membahas soal retribusi APBD 2019.

Kemudian masih dihari yang sama, dijadwalkan juga pembahasan soal pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dua persoalan ini harus tuntas dan sudah punya rumusan bersama, agar bisa menjadi acuan kerja.

"Senin depan kita bahas, kita lakukan penajaman bersama Banggar. Ada dua, pagi soal retribusi dan pendapatan BUMD," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Jumat (13/9/18).

Menurut Sekda, dua pembahasan ini dibahas, barulah agenda berikutnya masuk pada tahap pembahasan soal belanja daerah. Dimana paparnya, nominal Rp8,4 triliun yang telah disampaikan sebelumnya merupakan prinsip kehati-hatian dan berdasarkan data dan fakta, sebagai panduan dalam menentukan jumlah nominal angka belanja tahun mendatang.

Sekda juga menyinggung soal dana perimbangan bagi hasil yang sampai saat ini masih tertunggak oleh pusat sebesar Rp800 miliar.

"Petunjuk penyusunan itukan ada, berdasarkan Permendagri nomor 38 menggaris bawahi bahwa. Dana perimbangan berbasis Kepres. Kalau pada berbasis rata rata 5 tahun terakhir,k jelasnya.

"Pengalaman tahun lalu, kita kemarin berbasis Perpers tapi ternyata ada kebiajakan dipotong 30 tunda salur, mKa tahn depan kita akan sesuaikan dengan fakta realistasnya. Tapi ternyata perpres terkoreksi lagi 30 tunda salur. Ma kita tahun depan akan menyesuaikan berapa pendapatan itulah. Jadi bukan pemdekatan devisit lagi," paparnya.*(mok)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang