Jum’at, 14 September 2018 12:36

KPK Kembali Periksa 3 Saksi Kasus Tipikor Proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis

kembali periksa tiga saksi kasus dugaan korupsi proyek jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis. Pemeriksaan ini di lakukan di Mako Brimob Polda Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Setelah sehari sebelumnya memeriksa dua orang saksi, KPK kembali periksa tiga orang saksi hari ini. Tiga orang ini terdiri dari Kepala Bapeda Bengkalis dan dua orang lainnya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan adanya peneriksaan ini. "Benar kita periksa tiga saksi hari ini," terangnya melalui pesan singkat.

Lanjut dikatakannya, tiga orang yang diperiksa KPK terdiri dari Kepala Bapeda Bengkalis dan dua orang lainnya adalah PNS. "Kepala Bapeda dan 2 PNS," tambahnya.

Sementara itu, srhari sebelumnya di tempat yang sama, KPK telah memeriksa dua saksi yang diantaranya diketahui adalah Kabid Kelautan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Huri  Agusfriandi. Saat itu Ia merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.

Saat proyek ini dilaksanakan, Huri menjabat Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis. Namun, saat di jumpai awak media Huri tak sedikit pun memberikan keterangan terkait pemeriksaan dirinya.

Menurut Febri tiga saksi tersebut dimintai keterangan untuk tersangka Muhammad Nasir. Menurutnya, penyidik sedang mendalami kasus tersebut sebelum perkara ditingkatkan ke proses hukum selanjutnya.

"Diperiksa untuk MNS. Penyidik perlu mendalami terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan nyirih di Kabupaten Bengkalis," kata Febri.

Sebelumnya KPK juga telah memeriksa sekitar belasan saksi beberapa waktu lalu. Seperti Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, anggota DPRD Bengkalis, dan sejumlah pejabat di Pemkab Bengkalis.

Sedangkan dalam kasus ini KPK menetapkan 2 tersangka yaitu Sekda Dumai M Nasir sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) ketika masih menjabat sebagai Kadis PU dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. 

Keduanya disangka memperkaya diri sendiri atau korporasi terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015. Dalam kasus ini, indikasi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp 80 miliar. 

Selain memeriksa belasan saksi, sebelumnya KPK telah menggeledah beberapa tempat di Bengkalis, termasuk rumah dinas Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen, termasuk uang Rp1.9 miliar.*(rul)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang