Kamis, 13 September 2018 10:34

Jelang Pulang, Jemaah Haji Pelalawan Optimalkan Ibadah di Masjid Nabawi

Para jemaah haji asal Pelalawan lusa kembali ke tanah air. Mereka lebih giat ibadah di Masjid Nabawi jelang pulang.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI-TPHD Pelalawan Iswadi M Yazid melaporkan informasi terkini tentang jemaah haji asal kabupaten Pelalawan. Dimana saat ini seluruh jamaah mempersiapkan diri untuk pulang ketanah air.

"Jamaah haji asal Kabupaten Pelalawan kini meningkatkan ibadahnya di Masjid Nabawi Madinah, karena pahala ibadah yang mempunyai derajat seribu dari shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram yang mempunyai keutamaan 100 ribu," terang Iswadi Yazid vian pesan Whattsappnya, Kamis (13/9/18).

Meningkatnya aktifitas jamaah di Masjid Nabawi ini kata dia, karena jamaah haji Kabupaten pelalawan yang tergabung dalam Kloter 17 BTH, Sabtu (15/9) nanti akan meninggalkan tanah suci menuju Batam dan keesokan harinya (16/9/18) Ahad berangkat menuju Pekanbaru dan seterusnya menuju Pangkalan Kerinci.

Jamaah haji asal Kabupaten Pelalawan yang selama di Madinah menginap di Hotel Raudhatul shafa , Jumat pagi (14/9 ) akan menyelesaikan penimbangan koper utama dengan quota berat maksimal 32 Kg. Setelah penimbangan koper, kini jamaah mempersiapkan diri untuk pemberangkatan yang dimulai cek out dari hotel Pukul 03.00 WAS atau 07.00 WIB .

Sementara Ketua Kloter 17 BTH Aliadi menambahkan , jamaah Kloter 17 BTH asal kabupaten Pelalawan dan Kabupaten kepulauan meranti sudah siap untuk kembali ke tanah air.

“Semua berkas kepulangan sudah beres,” terangnya.

Terkait jam penerbangan, ia menyebutkan sampai saat ini tidak mengalami perubahan karena sistem pemberangkatan telah dirubah dalam beberapa tahun terakhir dimana semua koper 1 hari sebelum pemberangkatan sudah diserahkan ke pihak penerbangan untuk ditimbang dan diperiksa isinya.

Menurut Iswadi , pihak penerbangan baik Garuda Indonesia maupun Saudi Arabia, ketat dalam barang bawaan jamaah. Bahkan ia mendapat kabar, ada satu Kloter jamaah haji terpaksa datang tanpa koper karena terindikasi semuanya membawa air zam-zam yang disimpan dalam koper.

“Informasinya semua koper dikembali ke hotel tempat jamaah menginap, sementara jamaah tetap diterbangkan,” sebut Iswadi tanpa menyebutkan rinci daerah mana.

Agar tidak terjadi bagi Kloter 17 BTH Iswadi berulang kali mengingatkan Ketua Rombongan dan Ketua Regu untuk mengingatkan jamaah tidak berupaya memasukan air zam-zam dan barang dilarang lainya demi kelancaran pemulangan.

“Kalau barang yang dibawa aman, yang merasa aman penerbangannya ya jamaah juga. Kenapa pihak penerbangan melarang membawa zam-zam dalam koper dikhawatirkan pecah dan mengenai peralatan pesawat,” tandasnya.***(feb)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang