Jum’at, 10 Agustus 2018 17:04

Rasionalisasi Anggaran,
7 Paket Proyek Rencana MY Pemkab Bengkalis Dialihkan ke Reguler

Tujuh paket proyek yang sebelumnya akan di-multiyears (MY), dipastikan batal. Alasanya lagi-lagi karena adanya rasionalisasi anggaran.

Riauterkini-BENGKALIS- Sebanyak 7 paket proyek sebelumnya akan di-multiyears (MY), dipastikan batal. Langkah itu setelah pembahasan final rasionalisasi APBD TA 2018 antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis. Seyogyanya proyek itu akan dianggarkan dengan tahun jamak atau MY mulai dianggarkan tahun ini, dialihkan menjadi penganggaran proyek reguler.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Indra Gunawan 'Eet' kepada wartawan, Jumat (10/8/18). Menurutnya, kebijakan dengan membatalkan MY menjadi kegiatan reguler, pria yang akrab di sapa Eet ini patut diapresiasi.

"Kita sangat apresiasi untuk menunda kegiatan MY ini. Melihat kondisi keuangan yang belum stabil. Ketujuh proyek itu tetap dilaksanakan melalui kegiatan reguler tahun ini karena kita melihat masyarakat sangat mengharapkan pembangunannya," jelas Eet.

Sambung pria yang juga hobi memancing ini, dengan ditundanya kegiatan MY, kegiatan pembangunan lainnya bisa terlaksana, termasuk menyetabilkan insentif honorer di Bengkalis.

Menurut dia kegiatan perbaikan jalan dan jembatan yang ada pada rencana MY diantaranya ada enam item dan itu akan dilaksanakan secara reguler. Begitu juga dengan pembangunan Islami Center. Sedangkan untuk besaran anggaran, tergantung pada Kerangka Umum Perubahan Anggaran (KUPA) yang akan disampaikan Pemkab ke DPRD Bengkalis.

"Formula KUPA ini lakan dibahas bersama tim Pemkab dan Banggar. Setelah pembahasan ini baru jelas final berapa anggaran pelaksanaan 7 kegiatan yang diregulerkan itu," imbuhnya.

Berikut 7 paket kegiatan MY yang sebelumnya disepakati dan untuk dibatalkan anggarannya pada APBD TA 2018, Peningkatan Jalan Ketam Putih-Sekodi, Jalan Muntai–Bantan Air, Jalan Lingkar Bukitbatu–Siakkecil, Jalan Gajah Mada, Jalan Lingkar Barat Duri, Jalan Pangkalan Nyirih–Tanjung Medang dan Pembangunan Duri Islamic Center.

Ketujuh paket proyek MY ini estimasi anggaran yang dialokasikan secara keseluruhan pada TA 2018 atau tahun pertama, sebesar Rp279 miliar lebih dari alokasi yang direncanakan hingga tahun 2021mendatang mencapai total Rp1,888 triliiun.

Di Pulau Bengkalis, meliputi kegiatan Peningkatan Jalan Ketam Putih-Sekodi Rp173,5 miliar, Peningkatan Jalan Muntai-Bantan Air Rp388 miliar.

Sedangkan di Bukitbatu-Siakkecil adalah Peningkatan Jalan Lingkar Bukitbatu-Siakkecil Rp202,58 miliar. Sementara itu di Pulau Rupat, meliputi Peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih-Tanjung Medang Rp355,84 miliar.

Di Mandau-Pinggir, meliputi peingkatan jalan Gajah Mada Rp283,82 miliar, pembangunan jalan lingkar Barat Duri Rp153,44 miliar dan pembangunan Duri Islamic Center (DIC) Rp303,188 miliar.

Sesuai MoU yang ditandatangani alokasi anggaran per tahun untuk membiayai kegiatan proyek MY tersebut bervariasi. Yaitu, pada tahun ke-1 (2018) Rp279.068.227.450, ke-2 (2019) Rp651.160.456.008, ke-3 (2020) Rp744.183.378.194, dan tahun ke-4 (2021) sebesar Rp186.045.844.574.***(dik)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang