Jum’at, 10 Agustus 2018 14:44

Siap Ditunjuk sebagai Duta Narkoba,
Dirut BPR Rohul Beri Pengakuan Mengejutkan Pasc Ditangkap

Pasca ditangkap atas dugaan penyalahgunaan narkoba, Dirut BPR Rohul mengeluarkan pernyataan mengejutkan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Rokan Hulu (Rohul)‎ inisial JA alias Anik (41) dan rekannya JS resmi ditetapkan tersangka oleh Satuan Resnarkoba Polres Rohul.

JA dan JS ditangkap anggota Satuan Resnarkoba Polres Rohul dari dua lokasi berbeda pada‎ Rabu (1/8/2018). Keduanya diindikasi sindikat jaringan Narkoba dan terancam hukuman penjara 15 tahun.

‎Pasca ditangkap polisi atas kepemilikan Narkoba jenis sabu sekira 2 gram yang ditemukan polisi di taman bunga anggrek di pekarangan rumahnya di Lingkungan Harapan Kelurahan Ujung Batu Kecamatan Ujung Batu, Dirut PD BPR Rohul, JA alias Anik, akhirnya buka mulut soal penangkapan dirinya.

Sambil terisak, ‎JA alias Anik mengaku kepada wartawan dirinya bukan bandar atau pengedar Narkoba seperti disangkakan kepada dirinya. Diakuinya, ia sudah menjadi "budak" Narkoba antara 2 sampai 3 tahun terakhir, dan‎ hanya sebagai pemakai.

Diakuinya, dirinya tidak tahu menahu, dan siapa yang meletakkan paket sabu di taman bunga anggrek yang ada di pekarangan rumahnya, sebelum anggota Satuan Resnarkoba Polres Rohul melakukan penggeledahan.

Meski demikian, sebagai warga negara Indonesia yang baik‎, JA mengatakan dirinya akan taat hukum dan menjalani dan menghadapi proses hukum yang sedang menjeratnya.

"Saya bukanlah seperti yang disangkakan, (sebagai) pengedar, tidak sama sekali. Ini orangnya (sambil menunjuk rekannya JS) yang tahu persis siapa yang punya barang, saya hanya membantu.‎ Ada berapa‎ kali saya bantu‎," kata JA sambil terisak di Mapolres Rohul.

JA mengakui dirinya juga bukan perantara Narkoba, sebab dia tak pernah mendapatkan keuntungan dari bisnis haram tersebut. Ia mengaku hanya membantu mengenalkan JS kepada rekannya insial IY di Kota Pekanbaru yang kini masuk Daftar Pencarian Orang atau DPO Polres Rohul.

Ia mengatakan pelaku IY sudah mengenalnya, sehingga belum percaya sepenuhnya terhadap pelaku JS, residivis perkara Narkoba sebelumnya. Setiap barang dipesan JS dititipkan kepada dirinya.

"Saya membantu mengenalkan orang ini (antara JS dengan IY. Setelah orang itu kenal, orang itu transaksi langsung. Pembayaran biasanya dilakukan via transfer, langsung ke rekening bersangkutan yang punya barang‎ (pelaku IY)," ungkap JA.

"Karena yang di Pekanbaru itu (pelaku IY) dia kenal saya‎, belum percaya dengan si Andi (pelaku JS)‎,"‎ tambahnya.

Dirut PD BPR ini mengaku terpengaruh ikut mengkonsumsi Narkoba dan menjadi pecandu tidak ada hubungannya dengan masalah keluarga atau masalah pekerjaan.

Diakuinya, dulunya dirinya memang punya kehidupan buruk, lama bergaul dengan pelaku pengedaran Narkoba di Pekanbaru. Kebiasaan sebagai pemakai tidak bisa berhenti, sampai dirinya ditangkap anggota Satuan Resnarkoba Polres Rohul di dekat Sekolah Luar Biasa atau SLB Desa Ngaso Kecamatan Ujung Batu, Rabu (1/8/2018).

Awalnya JA mengaku hanya mencoba-coba Narkoba, namun pada akhirnya dia terjerumus dan menjadi pemakai Narkoba aktif sekira dua sampai tiga tahun terakhir.

Ditanya apakah selama ini rumahnya memang dijadikan tempat penyimpanan Narkoba, JA membantahnya. Dirinya tidak tahu siapa yang meletakkan sabu di taman bunga anggrek yang ada di rumahnya.

"Itu tidak benar, kalau di dalam rumah segala macam‎ saat penggeledahan satupun tidak ada ditemukan."

"Saya akui sekali lagi saya pemakai iya saya akui, namun selama ini antara saya memakai dan pekerjaan saya pilah. Jadi kalau saya dinyatakan pengedar, pemilik barang itu tidak," tegasnya.

Ditanya mengapa paket sabu sekira 2 gram bisa berada di taman anggrek rumahnya, JA mengaku ada orang yang mengantarnya, namun dirinya tidak tahu siapa pelakunya.

"Saya nggak tahu siapa yang meletakkan. Kaki mereka rapi mainnya. Sudah ada komitmen, kalau memang kalian mau butuh barang nanti diantar‎," ungkap JA lagi.

Terlepas itu, ‎JA mengaku belum mendapat kejelasan bagaimana statusnya sebagai Dirut PD BPR Rohul, namun ia sudah mendengar akan ada pertemuan antara BPR Rohul bersama Pemkab Rohul dengan pihak OJK di Pekanbaru pada Jumat (10/8/2018).

Pria berusia kepala empat ini mengaku ikhlas diberhentikan sebagai Dirut PD BPR Rohul setelah perkara tindak pidana Narkoba‎ menjeratnya.

"Saya dalam hal ini juga mohon doa rekan-rekan, saya akan berjuang‎ untuk membuktikan bahwa saya tidaklah seperti yang disangkakan, pengedar atau pemilik barang ini (Narkoba)," kata JA.

Selain itu, JA berpesan berpesan kepada‎ generasi muda Rohul dan masyarakat untuk tidak mencoba-coba yang namanya Narkoba. JA mengaku juga siap menjadi Duta Narkoba jika memang ditunjuk.***(zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang