Jum’at, 10 Agustus 2018 13:09

CPO Kembali Tumpah,
Pelindo Dumai Dinilai Tak Mampu Berikan Fasilitas Kepelabuhanan

Tumpahan 20 ton CPO terjadi di Dermaga B Pelindo Dumai. Diduga berasal dari kapal tongkang Teratai Merah III yang sedang melakukan sirkulasi sebelum ditransfer ke tangki timbun.

Riauterkini-DUMAI- Kejadian tumpahan minyak sawit kembali terjadi di Dermaga B Pelindo Dumai. Sebanyak 20 ton crude palm oil mengapung dipermukaan laut. Kejadian ini merupakan catatan buruk terhadap penyedian pelabuhan yaitu PT Pelindo Dumai selaku pemilik kawasan dan pengelolaan bongkar muat pelabuhan yang kurang safety.

Itu terjadi ketika Kapal Tongkang Teratai Merah III milik PT Mina Mas yang berkududukan Pontianak, Kalimantan tersebut sedang melakukan sirkulasi di dalam tongkang sebelum ditransfer ke tangki timbun milik perusahaan PT Nagamas Palmoil Lestari. Kejadian 20 ton CPO tumpah itu terjadi tangah malam tadi.

Seharusnya, Pelindo Dumai selaku pengelola pelabuhan memasang alat safety berupa oil bomb untuk mengentasipasi terjadi human error ketika tumpahan CPO terjadi. Pahadal Pelindo Dumai sudah mendapatkan surat peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI atas insiden tumpahan CPO beberapa bulan lalu.

"Kejadian ini menurut saya yang salah ada Pelindo Dumai selaku pemilik dan pengelola kawasan pelabuhan. Kami mengindikasi Pelindo Dumai hanya mengutungkan bisnis semata tanpa memberikan pelayanan kepada pelaku usaha yang berada dikawasannya," kata Ahmad Khadafi, pengamat lingkungan Kota Dumai, Jumat (10/8/18).

Tak hanya itu, Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai selaku pengawas pelabuhan harus memberikan tindakan tegas kepada Kapal Tongkang Teratai Merah III milik PT Mina Mas tersebut berupa tidak memberikan surat izin belayar meninggalkan pelabuhan Dumai sebelum masalah tumpahan CPO selesai.

"KSOP Dumai harus tegas, karena mereka bertugas sebagai pengawas pelabuhan. Jadi jangan lengah dengan masalah ini. Kami minta kejadian seperti ini tidak terus-terusan terjadi laut Dumai. Perusahaan seperti pemilik tongkang Teratai Merah III, PT Mina Mas, Pelindo Dumai serta KSOP harus bertanggungjawab," pungkasnya.*(had)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang