Jum’at, 10 Agustus 2018 12:29

Ekspose di Mapolres,
Dirut PD BPR Rohul dan Rekannya Terancam Penjara Diatas 15 Tahun

Dirut PD BPR Rokan Hulu berinisial JA alias Anik (41) dan rekannya JS telah berstatus tersangka. Keduanya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Rokan Hulu (Rohul) inisial JA alias Anik (41) dan rekannya JS telah berstatus tersangka.

Kedua tersangka JA dan JS yang terindikasi kuat sebagai sindikat peredaran Narkoba di Kabupaten Rohul, khususnya di Kecamatan Ujung Batu‎, terancam hukuman penjara di atas 15 tahun.

Hal itu terungkap di konferensi pers (Konfres) dipimpin Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua di Mapolres, didampingi‎ Waka Polres Rohul Kompol Willy Kartamanah, Kasat Resnarkoba Polres Rohul AKP Masjang Effendi, Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono, dan sejumlah perwira lain.

Saat Konfres, Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim mengaku miris Dirut PD BPR Rohul terindikasi terlibat dalam sindikat peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

‎AKBP M. Hasyim mengungkapkan Dirut PD BPR Rohul inisial JA, ditangkap Satuan Resnarkoba Polres Rohul berawal dari pengembangan pelaku inisial JS (35) yang lebih dulu ditangkap di rumahnya Lingkungan Harapan, Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu, Rabu (1/8/2018).‎

Dari tersangka JS, residivis perkara Narkoba, polisi menyita barang bukti berupa paket diduga narkotika‎ jenis sabu sekira 11 gram dan daun ganja kering. JS mengaku barang haram ini didapatnya dari Dirut PD BPR Rohul.

Hasil pengembangan, Dirut PD BPR Rohul ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Rohul pada Rabu (1/8/2018) sekira pukul 11.40 WIB, di SLB Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu‎.‎

Berdasarkan pengakuan JS, Dirut PD BPR Rohul mengaku kerap menyimpan Narkoba di taman bunga anggrek di pekarangan rumahnya. Polisi menggeledah rumah tersangka JA di Lingkungan Harapan Kelurahan Ujung Batu, dan didapatkan barang bukti berupa paket diduga Narkoba sekira 2 gram.

Ditanya apakah Dirut PD BPR Rohul dan rekannya JS merupakan sindikat bisnis Narkoba, Kapolres Rohul mengindikasi kuat keterlibatan kedua tersangka dalam bisnis haram tersebut.

"Saya pikir iya. Karena kalau sudah menjual tidak ada istilah kompromi lagi. Ini bagian sindikat, bisa saja sindikat besar atau sindikat kecil. Namanya saja Narkoba, kalau sudah menjual sudah merusak generasi bangsa," tegas Kapolres.

AKBP M. Hasyim mengaku miris, sebab Dirut PD BPR Rohul tidak mensyukuri nikmat, apalagi posisinya di bank daerah sudah menjanjikan.

Dari pengakuan tersangka JA dan JS, Narkoba jenis sabu dan daun ganja kering didapat dari kenalannya di Kota Pekanbaru berinisial IY.‎ Laki-laki ini ditetapkan sebagai (Daftar Pencarian Orang) oleh pihak Polres Rohul.

"Kami masih dalam penyelidikan, karena komunikasi sudah terputus, namun demikian ini kita tetapkan sebagai DPO, kita akan terus mencari," kata Kapolres.

AKBP M. Hasyim mengaku berdasarkan barang bukti disita anggota, JA selaku Dirut PD BPR Rohul dikategorikan sebagai bandar, sebab sudah tangan kedua dan diindikasi sebagai pemasok barang haram. Narkoba dan uang didapat hasil penjualan Narkoba yang dilakukan oleh Dirut PD BPR Rohul.

Akibat perbuatannya, tambah Kapolres Rohul, Dirut PD Rohul dan rekannya JS terancam hukuman di atas 15 tahun penjara.

AKBP M. Hasyim mengaku Dirut PD BPR Rohul sudah sejak lama masuk dalam DPO Polres Rohul, namun baru tertangkap, setelah dilakukan pengembangan terhadap tersangka JS yang ditangkap sebelumnya.***(zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang