Kamis, 9 Agustus 2018 08:50

Dianggap Merusak Lingkungan, Legislator Kuansing Pertanyakan SOP Pengerukan Pasir di Sungai Kuantan

Aktifitas pengerukan pasir di Sungai Kuantan untuk material jalan dianggap merusak lingkungan. Ketua Komisi C DPRD Kuansing mempertanyakan standar operasionalnya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Andi Cahyadi Ketua Komisi C DPRD Kuansing dari daerah pemilihan Kecamatan Hulu Kuantan pertanyakan pengerukan pasir yang dilakukan pihak pelaksana proyek jembatan Lubuk Jambi dengan mengeruk pasir di Sungai Kuantan untuk dijadikan jalan alat berat membawa material.

Menurut Andi Cahyadi, apa yang dilakukan pihak pelaksana dapat merusak lingkungan, sebab kondisi sungai terbentukunya lubang-lubang kecil serta gunung kecil dari undakan pasir.

Kemudian, masalah perizinan, apakah menurut Andi Cahyadi, pihak pelaksana sudah mengantongi sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Menurutnya, tidak jelas standar operasional atau SOP-nya.

"Ini kan harus jelas, jangan seenaknya mengeruk pasir yang berada dibawah jembatan tersebut," tegas Andi Rabu (8/8/2018) tadi siang saat bincang-bincang dengan Riauterkini.com.

Karena kata, Andi Cahyadi, setiap bahan dan material dalam pengerjaan sebuah proyek, sudah harus jelas anggarannya.

"Untuk masalah ini, saya minta masyarakat jangan diam, karena ini sangat berdampak buruk terhadap lingkungan desa sekitar jembatan," sebut Andi.

Pelaksana Proyek Roni Saputra, terkait material, pihaknya sudah minta izin ke pemerintah desa. "Tidak ada masalah. Yang penting, setelah jalan tersebut selesai, pasir kami kembalikan ke tempat semula," jelasnya.

Sementara Kepala Desa Banjar Padang, Lenardi, menyebutkan, terkait nominal tidak ada pembicaraan dengan pihak pelaksana mengenai pasir tersebut. "Untuk nilai angkanya tidak ada atau pun ganti rugi terhadap pihak desa juga tidak ada," pungkasnya.*** (Jok)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang