Kamis, 12 Juli 2018 13:25

Hari Anti Narkotika Internasional, BNNP Riau Dorong Semangat Perangi Narkoba

Sempena peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, BNPP menggelar kegiatan. Tujuannya, terus menggencarkan semangat memerangi peredaran dan penyalah-gunaan Narkoba.

Riauterkini - PEKANBARU - Berlokasi di ballroom Grand Central Hotel Pekanbaru, BNNP Riau taja peringatan HANI. Gelaran ini dihadiri langsung oleh Kepala BNNP Riau, Brigjen M Wahyu Hidayat, Sekda Prov Riau, Ahmad Hijazi, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono, serta berbagai perwakilan instansi terkait lainnya.

Dalam pemaparannya, Kepala BNNP Riau Brigjen M Wahyu Hidayat gelaran ini merupakan gelaran rutin setiap tahunnya yang biasa diperingati pada tanggal 26 Juni lalu. Dimana gelaran kali ini pihaknya mengusung tema "Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa Dalam Perang Melawan Narkoba Untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia Yang Sehat Tanpa Narkoba".

"Peringatan ini memiliki makna keprihatinan terhadap pergerakan dan peredaran narkoba saat ini. Untuk itu diharapkan lewat peringatan ini dapat kembali memotivasi kita untuk melawan peredaran narkoba di Dunia, khususnya di Indonesia," katanya.

Menurutnya, narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang dapat melumpuhkan suatu bangsa. Untuk itu, Ia mengajak seluruh instansi bahkan lini masyarakat untuk memerangi dan memberantas narkoba.

"Indonesia menjadi ruang terbuka dan pangsa pasar yang cukup potensial. Dimana para pengedar memasukkan barang haram tersebut melalui jalur-jalur ilegal. Bukan hanya itu, harga yang sangat tinggi juga menjadi faktor maraknya peredaran narkoba saat ini," jelasnya.

Dirincinya, kejahatan narkoba melibatkan banyak orang bukan hanya seorang. Dimana komplotan ini membuat suatu jaringan yang terorganisir dan bekerja rapi. Untuk itu Plpemberantasan tidak boleh setengah - setengah dan dilakukan bersama-sama.

Dari 34 provinsi pada 2017, terang Wahyu, BNN mencatat sekitar 1,77 persen pengguna dari total 3,7 jutaan masyarakat Indonesia menjadi korban narkoba. Ini berusia mulai 10-59 tahun. Dan setiap tahunnya terdapat 13 ribu orang kehilangan nyawa akibat barang haram ini.

"Dewasa ini jumlah tersebut semakin meningkat, terutama generasi muda di semua lini masyarakat. Riau saja saat ini menduduki posisi ke-9 dari 34 provinsi yang ada. Jumlah korban narkoba diperkirakan 1,80 persen dari total penduduk produktif,"bebernya.

Sementara, berbagai layanan dan sosialisasi juga terus digenjarkan di Riau hingga saat ini. Dari layanan rehabilitasi tercatat 39 orang rawat inap dan 350 orang lainnya rawat jalan. "Saat ini tantangan kita semakin tinggi dimana mudahnya peredaran menggunakan medsos dan juga hadirnya jenis-jenis baru dari narkoba. Untuk itu kita mengajak seluruh instansi dan merangkul masyarakat untuk ikut berpartisipasi memerangi peredaran narkoba khususnya di Riau," tuturnya.

Sementara itu, Sekda Prov Riau, Ahmad Hijazi mewakili Gubernur Riau mengatakan kejahatan narkoba jika tak menjadi fokus perhatian dapat dijadikan senjata bagi pengedar. Bahkan peredaran narkoba di Riau dapat menjadi ancaman terbesar di 2030 khususnya di generasi muda.

"Dalam mengatasi permasalahan narkoba perlu penanganan khusus. Misalnya pendekatan kesehatan yang bertujuan memutus mata rantai penghuna narkoba dengan rehabilitasi. Ini perlu dimaksimalkan dengan merangkul masyarakat setidaknya melindungi keluarganya masing-masing," paparnya.

Dalam gelaran ini BNNP Riau juga berikan penghargaan kepada beberapa instansi yang ikut mensosialisasikan bahaya narkoba kepada karyawannya. Ada juga yang melakukan tes urin karyawan. Kemudian pemberian penghargaan kepada masyarakat dan mahasiswa yang juga berpartisipasi mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dimeriahkan juga dengan siraman rohani yang disampaikan oleh ustad.***(rul)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang