Rabu, 11 Juli 2018 18:59

Kuasa Hukum Pemohon Sebut Penyitaan Alat Berat Kliennya tak Prosedural

PN Pelalawan kembali gelar sidang Prapid terkait penyitaan alat berat seorang warga oleh tim gabungan. Kuasa hukum pemohon sebut penyitaan tidak prosedural.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Kuasa hukum pemohon Humaini Abas, SH penyitaan alat berat yang dilakukan terhadap kliennya, oleh aparat gabungan beberapa bulan lalu, adalah tak prosedural. Selain itu pula, kata dia ada tiga hal yang tidak prosedural dilakukan oleh tim gabungan didalam melakukan penyitaan ini. Ketiga hal yang dilanggar itu, bahwa tim dalam melakukan penyitaan alat berat milik kliennya, tidak memiliki surat penyitaan. Kedua, didalam penyitaan ini sama sekali tidak memiliki penetapan dari Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan. Dan ketiga, bahwa penyitaan tersebut bukanlah kewenangan dari Penegakan Hukum (Gakkum) melain kewenangan dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLHK). Demikian terungkap pada sidang praperadilan, seorang pemohon pemilik alat berat atas nama Arif Sibarani di PN Pelalawan, Rabu (11/7/18), dengan agenda penyampaian Replik dari pemohon. Sidang ketiga ini dipimpin hakim tunggal Endry Aswin Oetara Sugandi, SH, MH bertindak sebagai panitra Usman. Selaku pihak termohon Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC), BPPHLHK wilayah Sumatera seksi wilayah II Pekanbaru. Sebagai data tambahan, sebelumnya, tim gabungan dari berbagai instansi menahan satu unit alat berat merek Hitachi ditemukan berada di desa Segati kecamatan Langgam beberapa waktu lalu, milik seorang warga bernama Arifin Sibarani.

Merasa curiga, alat berat ini melakukan tindak pidana melakukan kegiatan perkebunan berupa stecking atau pembersihan lahan yang diduga pada kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) didaerah Segati kecamatan Langgam.

Saat itu juga, tim gabungan langsung melakukan penyitaan alat berat ini. Tim operasi SPORC, BPPHLHK wilayah Sumatera seksi wilayah II Pekanbaru mempunyai dugaan awal kegiatan yang ditemukan di TKP diduga telah terjadi tindak pidana.***(feb)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang