Ahad, 10 Juni 2018 18:01

Perusahaan Penyedia Bahan Pokok "Lalai",
Pasar Murah Ramadhan Bengkalis di 10 Kecamatan Gagal Digelar

Pemkab Bengkalis minta maaf pada masyarakat di 10 kecamatan yang rencananya akan dilayani dengan kegiatan pasar murah untuk membantu kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kegiatan itu gagal digelar diduga karena kelalaian pihak rekanan.

Riauterkini-BENGKALIS- Diduga karena "kelalaian" dan ketidaksanggupan sejumlah perusahaan pemenang lelang pengadaan kebutuhan bahan pokok atau Sembako untuk kegiatan Pasar Murah Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1439 H/2018 M Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis gagal dilaksanakan di 10 kecamatan.

Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis, H. Raja Arlingga melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Burhanuddin kepada sejumlah wartawan membenarkan bahwa kegiatan Pasar Murah Sembako kepada masyarakat kurang mampu seyogyanya dilaksanakan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri ini, ternyata di 10 kecamatan terpaksa ditunda. Karena, ketidaksanggupan perusahaan penyedia bahan pokok untuk kegiatan tersebut.

Dari 11 kecamatan yang akan dilaksanakan Pasar Murah di daerah ini, hanya 1 kecamatan yang sudah direalisasikan, yaitu Pasar Murah di Kecamatan Bandar Laksamana. Rencana Pasar Murah Sembako bersubsidi dijual dengan harga Rp50 ribu perpaket dibagi dalam empat regional. Regional I (Kecamatan Bantan dan Bengkalis), Regional II (Kecamatan Bukitbatu, Siakkecil, Bandar Laksamana), Regional III (Kecamatan Mandau, Kecamatan Bathin Solapan, Pinggir, Talang Muandau), dan Regional IV (Kecamatan Rupat, Rupat Utara).

"Dari 11 kecamatan rencana pelaksanaan Pasar Murah Ramadhan ini hanya satu kecamatan yang bisa dilaksanakan, pada tanggal 8 Juni kemarin. Sedangkan, 10 kecamatan lainnya terpaksa kita tunda karena ketidakpastian dari perusahaan pemenang lelang penyedia bahan pokok untuk Pasar Murah tersebut," ungkap Burhanuddin, Ahad (10/6/18).

Sementara itu, kapan pelaksanaan Pasar Murah di 10 kecamatan tersebut dapat digelar, Burhanuddin belum dapat memastikan dan menunggu informasi lebih lanjut setelah Lebaran Idul Fitri mendatang.

"Oleh karena itu atas nama pemerintah, kami mohon maaf kepada masyarakat karena terjadi penundaan kegiatan Pasar Murah di 10 kecamatan. Penundaan ini bukanlah kelalaian dari pemerintah tetapi karena disebabkan kelalaian perusahaan pemenang tender atau lelang," ujarnya.

Sebelumnya menurut Burhanuddin, informasi yang diperoleh dari pihak perusahaan, sanggup menyiapkan paket bahan pokok mulai dari safari Ramadhan, dan sempat berjanji akan menyediakan paket Pasar Murah itu, sejak tanggal 5-7 Juni, namun ternyata hanya satu Kecamatan Bandar Laksamana saja yang mampu dipenuhi oleh perusahaan pada 8 Juni.

"Akibat kelalaian perusahaan itu, kita juga sudah melayangkan surat teguran untuk kedua kalinya. Dan perusahaan membalas surat dengan meminta perpanjangan waktu atau adendum. Dan kita juga sudah musyawarah dan akan berkonsultasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) setelah lebaran nanti," katanya lagi.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan pemenang lelang tersebut belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan.

Berikut nama-nama perusahaan pemenang lelang penyedia bahan pokok Disdaperin Bengkalis diduga "lalai" sediakan bahan pokok mengakibatkan tertundanya kegiatan Pasar Murah Ramadhan 2018, yaitu CV. Global Internusa nilai kontrak sebesar Rp563,75 juta untuk Regional I, juga CV. Global Internusa nilai kontrak Rp441,125 juta untuk Regional II.

Selanjutnya, CV. Fajar dengan nilai kontrak Rp659,788 juta untuk Regional III dan CV. Karya Darma Buana, nilai kontrak Rp412,61 juta untuk Regional IV.***(dik)




BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang