Rabu, 16 Mei 2018 14:25

Pasca Aksi Teror di Mapolda Riau,
Tradisi Potang Bolimau‎ di Pasirpangaraian Dibatalkan

Dampak serangan teror di Mapolda Riau, sejumlah agenda yang disusun pemerintah untuk menyambut datangnya Ramadan, terpaksa dibatalkan. Termasuk potang balimau di Pasirpangaraian, Rohul.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Pasca aksi teror yang terjadi di Mapolda Riau ikut berimbas terhadap perayaan tradisi menyambut bulan suci Ramadhan.

Bukan hanya tradisi Petang‎ Megang di Kota Pekanbaru saja yang dibatalkan, tradisi Potang Balimau digelar Pemkab Rokan Hulu (Rohul), dipusatkan di Masjid Raya Kelurahan Pasirpangaraian, Kecamatan Rambah yang awal rencana digelar Rabu sore (16/5/2018), juga dibatalkan pihak panitia.

Hal itu dibenarkan Camat Rambah Muhammad Franovandi‎ S.STp. Ia mengatakan pasca aksi teror di Mapolda Riau, seluruh keramaian menyambut bulan suci Ramadhan ditiadakan.

Selain mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aliran Sungai Batang Lubuh yang sangat dekat dengan lokasi acara juga sedang naik, sehingga tradisi Potang Bolimau batal dilaksanakan.

"Ini juga bentuk belasungkawa masyarakat Rokan Hulu terhadap aksi teror yang baru terjadi di Kota Pekanbaru. Apalagi korbannya kebetulan anak Rohul," jelas pria yang akrab disapa Ovan.

Meski dibatalkan, sambung Ovan, pihak kecamatan akan tetap standby di lokasi, sekaligus memberitahukan ke masyarakat bahwa tradisi Potang Bolimau batal dilaksanakan.

"Dan untuk masyarakat tidak dianjurkan untuk turun ke sungai. Tapi jika ada masyarakat yang masuk ke sungai itu sudah pribadi," ujarnya.

Camat Rambah mengaku pihak BPBD Rohul lengkap dengan perahu karet juga sudah standby di lokasi acara.

Pihak kecamatan, diakui Camat Rambah, juga akan meminta pihak Satpol PP Rohul‎ untuk standby di lokasi acara, sehingga tidak ada masyarakat yang mandi di aliran Sungai Batang Lubuh yang sedang tinggi.***(zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang