Rabu, 16 Mei 2018 07:08

Kong Djie Coffee & Resto Siap jadi Pilihan Wista Kuliner di Pekanbaru

Kabar penting bagi pencita wisata kuliner di Pekanbaru. Telah hadir destinasi baru di Jalan Arifin Achmad. Silahkan mampir di Kong Djie Coffee & Resto.

Riauterkini - PEKANBARU - Satu lagi cafe dan resto di Pekanbaru yang memiliki ciri khas dan sayang untuk anda lewatkan untuk menikmati hidangan spesialnya.

Terletak di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Kong Djie Coffee and Resto hadir untuk memanjakan lidah Anda pecinta kopi dengan rasa yang berbeda dari kopi lainnya.

Kopi Kong Djie merupakan kopi asli dari Bangka Belitung dan diracik secara tradisional untuk menghasilkan cita rasa yang pas di lidah orang Indonesia.

Ismen, anak dari pemilik warung Kopi Kong Djie yang pertama kali dibuka di Bangka Belitung sejak 1943 silam mengatakan, kopi asli Bangka Belitung ini disukai oleh kebanyakan orang yang telah mencoba cita rasanya.

"Di Pekanbaru ini merupakan cabang kami yang ke 67 dan yang pertama di Riau se Indonesia. Kebanyakan orang yang sudah mencobanya mengatakan kalau mereka suka, dan kembali lagi untuk mencicipinya," ungkapnya.

Ia menyebut, dalam meracik kopi Kong Djie ini tidak menggunakan peralatan modern seperti kopi-kopi yang disajikan di kafe kebanyakan saat ini.

"Sejak pertama kali berdiri, kita tetap mempertahankan cara meracik kopi dengan cara tradisional untuk mempertahankan cita rasanya," sebutnya.

Untuk segelas kopi Kong Djie ini, Anda tak perlu menguras kantong dalam-dalam. Hanya dengan Rp10 ribu saja, Anda sudah bisa mencicipi kopi Kong Djie ini.

Selain kopi Kong Djie, santapan khas lainnya adalah Sate Maranggi. Sate maranggi ini diolah dari tangan chef ternama di Indonesia, yaitu Chef Dedie Soekartin.

Chef Dedie mengungkapkan, sate maranggi ini menggunakam daging sapi lokal yang diolah dengan teknology anging system.

"Teknologi ini merupakan upaya pengempukan daging yang diilhami oleh teknologi kuruhun sunda memeram (meuyeum) dengan mengatur temperatur, kelembaban dan sirkulasi udara dipadukan dengan ketepatan wakty sesuai dengan keempukan daging yang diinginkan," ungkap Dedie.

Lanjutnya, Dedie menjelasjan, keunggulan dari teknologi ini adalah menghasilkan daging segar, tekstur utuh dan empuk seempuk tahu, bisa dipotong dengan pisau plastik, serta dapat menekan biaya produksi dan waktu masak secara signifikan.

Untuk bisa menikmati sate maranggi yang empuk dan menggugah selera ini, Anda cukup membayar seharga Rp25 ribu saja. Harga tersebut sudah termasuk nasi putih, soto bening atau santan, dan es teh manis.

Sementara itu, pemilik Kong Djie Coffe & Resto cabang Pekanbaru Yusman Amin menuturkan, alasan dirinya mendirikan Kong Djie Coffee & Resto di Pekanbaru adalah karena melihat perkembangan kuliner di Pekanbaru yang kian hari kian pesat.

"Ini saya punya lahan yang tempatnya strategis, jadi saya ingin mendirikan kuliner yang juga bisa untuk tempat orang bersantai buat ngopi. Jadi saya pilihlah kopi Kong Djie ini, karena belum pernah ada di Pekanbaru bahkan di Riau," ujarnya.

Yusman menuturkan, Kong Djie Coffee & Resto ini mulai beroperasi pukul 06.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB setiap hari, serta menyuguhkan makanan dan minuman dengan rentang harga Rp5 ribu hingga Rp25 ribu saja untuk setiap makanan dan minuman.

Selain kopi Kong Djie dan sate maranggi yang khas, Anda juga bisa menikmati banyak hidangan lainnya seperti sapi lada hitam, beef teriyaki, ayam rica-rica, ayam kung fau, ikan asam manis, ayam penyet, dan nasi timbel.

Ada juga spaghetti bolognaise, spaghetti carbonara, spaghetti oglio olio, spaghetti sambal mantah.

Untuk kudapan, tersedia calamary, biterballen, pastel, lumpia basah, lumpia goreng, pangsit goreng, tahu/tempe goreng, pisang goreng, dan singkong goreng. ***(dan)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang