Jum’at, 4 Mei 2018 06:52

18 Tenaga Medis Puskesmas di Bengkalis Dilatih Penanganan Dini Pasien 'Gila' dan Napza

Sebanyak 18 tenaga medis dari sejumlah Puskesmas di Bengkalis ikut pelathan. Mereka diajari penanganan dini pasien gangguan jiwa dan ketergantungan Narkoba.

Riauterkini-BENGKALIS- Setidaknya 18 orang dokter dari 18 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Bengkalis pelajari teknis dasar penanganan dini terhadap penyandang disabilitas mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif (Napza).

Kegiatan pembekalan dasar tersebut, ditaja Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis akan berlangsung mulai 3-5 Mei 2018 mendatang.

Melalui kegiatan pertemuan di Aula Kantor Dinkes Kabupaten Bengkalis Jalan Pertanian, Bengkalis, resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Supardi, S.Sos, MH diwakili Kepala Bidang P2P, Alwizar, SKM ini, para tenaga medis di Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien ODGJ dan Napza.

"Adanya kegiatan ini agar seluruh Puskesmas di Kabupaten Bengkalis pada tahun ini sudah bisa memberikan pelayanan kepada ODGJ ataupun Napza. Sejak 2017 lalu, kita baru memiliki 2 Puskesmas yang terlatih dalam menangani pasien gangguan jiwa. Puskesmas Duri Kota dan Puskesmas Bengkalis," ujar Alwizar usai membuka kegiatan, Kamis (3/5/18).

Menurut Alwizar, dengan perkembangan saat ini, Kabupaten Bengkalis hanya memiliki dua unit Puskesmas yang menangani pasien orang gila, tentu sudah tidak memadai lagi. Oleh karena itu tahun 2018 ini pihaknya mulai memberikan pembekalan dasar kepada tenaga medis ke seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Bengkalis.

"Dalam pertemuan ini kita menghadirkan langsung narasumber dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, untuk memberikan pelatihan tahap awal ini. Jika ada pasien dengan ODGJ, bisa segera ditangani Puskesmas terlebih dahulu atau harus dirujuk langsung ke RSJ," katanya lagi.

Alwizar juga berharap kepada tenaga medis yang mengikuti pertemuan selama tiga hari ini, kesempatan dengan baik untuk berkoordinasi dengan pakar kesehatan jiwa. Sehingga pelayanan Puskesmas kedepan terhadap pasien ODGJ di Kabupaten Bengkalis bisa dilakukan dengan cara yang baik dan benar.

"Idealnya untuk pelayanan maksimal di Puskesmas kegiatan ini diikuti oleh satu dokter dan dua para medis. Namun, tetap akan diusahakan di tahun depan pembekalan seperti ini bisa kembali dilakukan. Agar pelayanan Puskesmas di daerah kita semakin lebih baik," harapnya.***(dik)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang