Rabu, 25 April 2018 18:44

KPID Riau Hadiri Sarasehan Kelompok Warga Calon Rakom Lintas Subayang, Kampar

Kelompok Warga Calon Rakom Lintas Subayang gelar saraasehan di di Desa Tanjung Belit, Kampar. Acara dihadiri Komisioner KPID Riau.

Riauterkini-PEKANBARU- Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau, Falzan Surahman, beserta sejumlah Komisioner menghadiri undangan kelompok warga calon Radio Komunitas (Rakom) Lintas Subayang di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu (21/4/2018).

Sarasehan yang bertemakan "Peran Komunikasi Dalam Pembangunan Desa Berkelanjutan dan Pelestarian Alam Rimbang Baling" ini berlangsung di aula Rakom Lintas Subayang dengan menghadirkan dua narasumber. Yakni Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Sinam M Sutarno dan Wakil Ketua KPID Riau, Hisam Setiawan. Sarasehan ini dihadiri sekitar 50 an orang terdiri dari anggota Rakom Lintas Subayang, perangkat desa, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat lainnya.

Ketua JRKI Sinam menjelaskan, Radio Komunitas semangatnya adalah dari dan untuk masyarakat. Rakom lazimnya mengambil fokus pada upaya penguatan kemampuan masyarakat secara spesifik. Seperti Rakom Merapi di Jawa Tengah yang fokus pada percerdasan masyarakat terhadap bencana. Begitu juga Rakom khusus perempuan di Aceh. "Rakom ini bisa menjadi pembuka pintu silaturahmi," katanya.

Sinam menjelaskan, Rakom bisa menjadi media transparansi bagi pembangunan desa. "Pemerintah desa boleh menganggarkan dana untuk menunjang kegiatan Rakom sesuai Permendagri 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Kemudian didukung Permendes Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perioritas Penggunaan Dana Desa," jelas Sinam.

Sedangkan, Wakil Ketua KPID Riau, Hisam, menyampaikan apresiasi luar biasa kepada warga Desa Tanjung Belit yang sudah merintis Rakom ini. Dia berharap Rakom Lintas Subayang menjadi yang pertama serta jadi percontohan untuk Rakom berbasis desa di Provinsi Riau. "Karena itu kami mohon dukungan anggaran dari pemerintah desa. Tidak perlu banyak, yang penting bisa membantu. Aturan penggangaran ini juga akan kami edusikan ke bupati," katanya.

Sebelumnya, dalam kata sambutannya Ketua KPID Riau, Falzan Surahman, sangat mendukung keberadaan Rakom Lintas Subayang ini. Dia berjanji akan mendampingi proses pengurusan izin sehingga radio komunitas yang menjadi masyarakat Tanjung Belit segera mendapatkan legalitas. "Semoga radio komunitas ini benar benar berfungsi sebagai sarana komunikasi dan informasi yang efektif bagi warga desa Tanjung Belit dan sekitarnya," sebut Falzan.

Kepala Urusan (Kaur) Umum Pemerintahan Desa Tanjung Belit, Ahmad Shodiq, juga sangat mendukung kehadiran Rakom Lintas Subayang ini. Apalagi desa ini memang jauh ketinggalan dari sisi informasi meski hanya berjarak tiga jam perjalanan darat dari ibu kota Provinsi Riau. "Sinyal internet belum sampai ke desa kami Pak. Sedangkan siaran radio dan televisi hanya bisa dinikmati melalui parabola," katanya.

Di sisi lain, dia meminta anggota Rakom benar-benar memikirkan bagaimana pengelolaannya berkelanjutan. "Jangan sampai setelah pendamping desa dari Yayasan Pemberdayaan dan Pendidikan Konservasi Alam (Yapeka) berakhir programnya, Rakom ini juga tidak berkelanjutan," katanya.

Sebagai pemerintahan desa, katanya, pihaknya siap membantu asal memang ada aturan hukum yang menjadi dasar. "Kita dari pemerintahan desa memang takut menganggarkan kalau anturannya belum jelas," ujar Shodiq. ***(rls)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang