Rabu, 25 April 2018 17:20

Sebatang Kara, Janda Tua di BS, Bengkalis Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Janda ini hidup sebatang kara di Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis. Hidup di bawah garis kemiskinan, uluran tangan dari para dermawan sangat diharapkan.

Riauterkini - DURI - Bak ayam mati dilumbung padi, itulah pribahasa yang cocok ditujukan buat Fuji Astuti (40) warga Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis. Hidup dinegeri kaya raya akan sumber daya alamnya namun hidup dibawah garis kemiskinan. "Jangankan untuk yang lain, untuk makan aja susah," ungkap Fuji.

Janda tua dengan profesi bercocok tanam sayur mayur tersebut tampak hidup memprihatinkan di bawah gubuk reot diseputaran RW 08. Meski pernah merasakan manisnya bantuan dari Pemerintah, namun dirinya merasa keteteran untuk kebutuhan sehari hari pasca ditinggal mati sang suami sejak 15 tahun yang lalu.

  "Saya ini tidak punya siapa-siapa, suami meninggal 15 tahun silam sakit diabetes, saya di Riau dari tahun 1993, keluarga tidak ada lagi, tinggal digubuk ini udah lama juga. Mau makan aja susah, beruntung bisa bertahan hidup, " keluh Fuji Astuti sambil menitihkan air mata.

Kepada riauterkini.com, wanita asal pulau jawa yang mengaku tidak memiliki anak ini tak henti-hentinya bersedih. Bahkan sesekali ia mengisak tangis meratapi nasibnya.

Saat ditemui bersama seorang staf Kantor Kecamat Bathin Solapan, Rabu (25/4/18), Fuji tampak tengah berada dibawah terik matahari sembari merawat tanaman sayur mayur sebagai tumpuan hidupnya."Inilah tanaman saya yang bisa dimanfaatkan untuk bertahan hidup, sesekali juga saya jual,"tuturnya.

Jaya Sitorus, salah seorang tokoh masyarakat Bathin Solapan sekaligus pemilik lahan yang digunakan Fuji bercocok tanam mengaku prihatin dan berharap Pemerintah perduli akan nasib warganya tersebut.

"Kita sangat prihatin sekali, makanya kita sediakan lahan untuknya bercocok tanam agar dapat bertahan hidup, "aku Jaya.

Jaya yang merupakan salah seorang pendukung fanatik Bupati Bengkalis, Amril Mukminin dimasa Pilkada beberapa tahun lalu berharap adanya kucuran bantuan rumah bagi janda sebatang kara yang tidak memiliki keturunan itu.

"Hal ini kita harapkan dapat diperhatikan oleh Pemerintah, dizaman sekarang ini masih ada orang hidup sebatang kara dan susah. Ini mesti diperhatikan jangan dibiarkan malu kita dan berharap ini ndapat menjadi perhatian serius kita semua,"pinta Jaya.*(hen)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang