Rabu, 25 April 2018 11:06

Puluhan Aparatur Desa dari Kaunsing Belajar Pengelolaan Dana Desa ke Bandung

Dalam rangka belajar pengelolaan keuangan desa, puluhan aparatur desa dari Kuansing sedang berada di Bandung, Jawa Barat. Mereka diharap bisa mempraktekan ilmu di desa masing-masing.

Riauterkini-Bandung- Sedikitnya 90 orang aparatur desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Kuansing melakukan kunjungan kerja ke Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kunjungan tersebut berlangsung selama empat hari sejak tanggal 23-27 April 2018 mendatang.

Selama di Bandung, aparat desa yang terdiri dari Kades dan Ketua BPD itu juga mendapatkan bimbingan dari pihak kementerian desa. Bimbingan itu merupakan pendalaman tentang ilmu kepemerintahan dan tata kelola keuangan desa. Bimtek tersebut dilaksanakan di Balroom Hotel Elcavana, Bandung.

Aparatur desa yang hadir adalah Kades se Kecamatan Hulu Kuantan, Kecamatan Kuantan Mudik dan Kecamatan Cerenti. Ikut mendampingi sejumlah Kades itu, Camat Hulu Kuantan, Camat Kuantan Mudik dan Camat Cerenti. Selain itu juga hadir Kadis Dinsosnaker, Muharlius dan perwakilan Inspektorat Kuansing.

Usai Bimtek, puluhan aparatur desa ini mengunjungi Desa Cibodas. Di desa ini mereka disambut oleh Kades Sukarta beserta Ketua BPD dan aparatur desa lainya. Dipilihnya Cibodas menjadi tujuan merupakan desa percontohan di Indonesia. Desa ini berhasil mengelola Bumdes. Dan berhasil juga mengelola pertanian. Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, merupakan daerah percontohan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Indonesia.

Atas dasar itulah, puluhan aparatur desa di Kabupaten Kuansing ini melakukan studi banding ke Desa Cibodas, setelah sebelumnya menerima pemaparan materi pengelolaan BUMDes, Senin (23/04/18). Kunjungan aparat desa tersebut, diterima langsung oleh Kepala Desa Cibodas, D Sukaya dan sejumlah aparat desan serta pengurus BUMDes, di gedung Wibawa Mukti Merta Raharja.

Dalam kunjungan tersebut, D Sukarya mengatakan, pihaknya bangga dengan banyaknya aparat kampung atau desa dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk dari Kabupaten Kuansing yang mendatangi daerahnya untuk studi banding tentang pengelolaan BUMDes yang sejak tahun 2004 telah ada di Desa Cibodas.

Menurutnya Sukaya, keberadaan BUMDes di Desa Cibodas, sejauh ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan daerah itu sendiri. Seperti, peningkatan ekonomi dan menjadi pendapatan desa untuk PAD-nya.

Desa Cibodas merupakan daerah yang baru dimekarkan 10 tahun yang lalu, sebagai wilayah perbatasan Kabupaten Bandung Barat. Hampir seluruh mata pencarian masyarakat Cibodas yang mayoritas bertani sayur mayur, kini hasilnya telah banyak diekspor ke Singapore, Cina dan Taiwan. Namun ada juga yang diperuntukan bagi kebutuhan lokal Jakarta dan Bandung.

Sukaya menambahkan, BUMDes didesanya memiliki tiga jenis usaha yakni, unit pengolahan air bersih, gedung serba guna dan pengolahan 10 unit kios desa dengan memberlakukan sistem sewa kepada warga.

Selain itu kata dia, aset yang dimiliki melalui BUMDes kurang lebih sebanyak Rp14 miliar. Bahkan, pernah membeli tanah untuk pembangunan SMP beberapa waktu lalu. Dengan pengembangan BUMDes tersebut setiap bulannya telah menyumbang PAD sebanyak Rp40 juta per bulan ke desa. Para petani juga makmur. "Dulu kami miskin, tapi saat ini malah yang dari daerah lain belajar dengan kita, tutupnya.***(dri)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang