Senin, 16 April 2018 18:58

Pria Gaek di Kuansing Cabuli Sembilan Bocah

Seorang petani setengah abat di Kuansing harus beurusan dengan polisi. Pelaku dilaporkan diduga melakukan pencabulan terhadap sembilan bocah.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Entah setan apa yang merasuki pria gaek asal Kuansing yang satu ini. Pria Marwilis (57) asal Desa Bandar Alai Kari, Kecamatan Kuantan Tengah ini tega tega mencabuli bocah yang masih dibawah umur. Tak tanggung tanggung, pria yang bekerja sebagai petani ini diduga mencabuli sembilan bocah yang masih duduk di Sekolah Dasar.

Berdasarkan Laporan Polisi no : LP / 11 / IV / 2018 / Sek KT, menyebutkan telah terjadi tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang terjadi pada Bulan Maret 2018 lalu sekitar Pukul 13.00 Wib.

Adapun kesembilan korban itu yakni, M J K (9 ), N N,( 9), MT (10 ) , D Z ( 7 ), M A (9 ), T R ( 10 ), T N (7 ) , D M (9 ) dan P N (9). Rata rata dari korban pencabul tua ini masih duduk dibangku Sekolah Dasar.

Kendatipun ada sembilan korban, namun baru empat orang korban yang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuantan Tengah karena orang tua korban lainya masih berada dikebun.

Menurut Kapolres Kuansing melalui Kasubag Humas, AKP Lumban kepada riauterkinicom, Senen (16/4/18) via WA menyebutkan kesembilan korban tersebut anak perempuan dibawah umur.

Adapun kronologis kejadian menurut Lumban, pada hari Sabtu tanggal 14 April 2018 sekira pukul 14.00 Wib, tetangga pelapor datang kerumah memberi tau bahwa telah terjadi perbuatan cabul terhadap anak pelapor Sdri M J K Oleh terlapor Marwilis.

Selanjutnya pelapor menayakan kepada anak pelapor, apa yang telah dilakukan oleh terlapor, anak pelapor mengatakan sekitar bulan Maret 2018 terlapor mengajak anak pelapor kerumah terlapor memaksa anak pelapor membuka celana dan melakukan perbuatan cabul dan juga dengan cara seperti itu ke teman- teman yang lainnya.

Atas kejadian tersebut orang tua korban tidak terima dan keberatan kemudian melaporkan ke Polsek Kuantan tengah untuk pengusutan lebih lanjut.

Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung mengamankan pelaku. Sedangkan korban dilakukan visum.

Pelaku terancam melanggar Pasal UU Perlindungan anak no 35 tahun 2014 ancaman hukuman maksimal 15 tahun.***(dri)


BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang