Senin, 16 April 2018 15:09

500 Undangan Disebar,
Besok Dianto Mapanini Dilantik Menjadi Sekda Kuansing

Dianto Mampanini besok akan dilantik sebagai Sekdakab Kuansing yang baru. Untuk helat ini, Pemkab telah menyebar sedikitnya 500 undangan.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Sesuai dengan rencana semula, besok Selasa (17/4/18) DR Dianto Mampanini dilantik menjadi Sekda Kuansing yang baru. Prosesi pelantikan itu akan dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing, Kelurahan Sei Jering Telukkuantan.

Prosesi pelantikan itu akan dihadiri oleh 500 tamu undangan dari berbagai kalangan. Hal ini dibenarkan oleh Kabag Pemerintahan, Kabupaten Kuansing, Yilizar saat ditanya wartawan, Senen (16/4/18).

Dianto Mampanini ini merupakan warga Pangean. Dianto sebelumnya bertugas di Kabupaten Inderagiri Hilir. Jabatan terakhir Dianto, dinegeri seribu parit itu adalah Kadis Koperasi dan Perdagangan.

Pada tahun 2017 lalu, Pemerintah Kabupaten Kuansing melakukan asesmen untuk mencari calon Sekda yang baru. Sebab, Sekda yang lama, Muharman telah memasuki masa pensiun.

Melihat adanya peluang berkarir ditanah kelahirannya, Dianto Mampanini lantas ikut dalam asesmen tersebut. Dan melamar pada posisi Sekda.

"Bak gayung bersambut" niat baik Dianto Mampanini berkarir ditanah kelahiran mendapat angin segar. Dia dinyatakan layak dicalonkan sebagai Sekda oleh tim Pansel asesmen. Awalnya tim Pansel merekomendasikan tiga orang pejabat yang dianggap layak menjadi Sekda. Ketiga pejabat itu adalah, Hardi Yakub mantan Kepala Bappeda, Emerson Kadis Perikanan dan Dianto Mampanini.

Melalui pertimbangan dan penelusuran yang cukup panjang. Lebih kurang setahun lamanya mempertimbangkan pilihan, akhirnya Bupati Mursini mengarahkan jari telunjuknya ke Dianto Mampanini.

Pilihan itu tentunya bukan sembarang tunjuk. Bupati dan Wakil Bupati Kuansing, Mursini-Halim tentu berharap banyak agar, DR Dianto Mampanini mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk memperbaiki sistim birokrasi di Pemerintahan Kuansing yang saat ini masih dinilai masyarakat centrang prenang. Begitupun juga soal administrasi pemerintahan dan kedisiplinan pegawai masih jauh dari harapan.

Persoalan yang dihadapi oleh Pemerintahan Kuansing saat ini cukup banyak untuk segera diselesaikan. Mulai dari penyelesaian proyek tiga pilar yang hingga saat ini belum difungsikan. Persoalan lain menyangkut utang ke pihak ketiga yang terjadi pada tahun 2017 lalu. Nilainya mencapai Rp11 miliar. Selanjutnya soal utang ke perusahaan listrik sebesar Rp1 miliar. Lalu persoalan perekrutan tenaga honor kontrak yang menunggu kepastian.

Sebagai ujung tombak birokrasi, Sekda Dianto Mampanini nantinya dituntut agar lebih kreatif dan inovatif menyelesaikan sengkarut persoalan tersebut. Dari sederetan persoalan itu, di satu pihak Dianto Mampanini harus dituntut untuk merealisasikan janji janji Mursini-Halim sewaktu kampanye tempo hari.

"Semoga persoalan-persoalan tersebut bersma-sama bisa kita carikan solusinya," ucap Dianto Mampanini kepada riauterkinicom via WA, Ahad (15/4/18) kemarin.***(dri)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang