Senin, 16 April 2018 12:58

Pembobol ATM Bermodius Ganjal dengan Korek Api Dihukum 4 Tahun Penjara

Terdakwa pembobol ATM Bank Mandiri dengan modus mengganjal dengan korep api dinyatakan bersalah. Hakim PN Pekanbaru menvonisnya hukuman 4 tahun penjara.

Riauterkini- PEKANBARU-Aksi Dicki Wahyudi, membobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri, dengan menggunakan lidi korek api. Akhirnya mengantarkan Dicki menghuni sel panjara selama 4 tahun.

Kendati hukuman terdakwa Dicki dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. lebih ringan dari tuntutan jaksa. Perbuatan Dicki terbukti secara sah melakukan tindak pidana sesuai Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP tentang pencurian dan pemberatan (Curat)

. Usai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukatmini SH mengatakan, bahwa terdakwa Dicki telah dijatuhi hukuman (vonis) pidana penjara selama 4 tahun.

" Berdasarkan putusan majelis hakim yang diketuai Martin Ginting pada Kamis kemarin. Dicki dihukum selama empat tahun penjara," kata Sukatmini, kepada riauterkini.com Senin (16/4/18) siang.

Sebelumnya, Sukatmini menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 6 tahun. Atas perbuatannya yang telah membuat korban rugi ratusan juta. Dimana aksi pembobolan kartu ATM ini dilakukan terdakwa pada Oktober 2017 lalu, saat korban Syamsul Bahri (53) gagal melakukan penarikan uang di ATM. Dimana pada Selasa (10/10/2017) itu sekitar pukul 21.45 WIB, korban hendak melakukan transfer di ATM Mandiri di RS Eria Bunda, Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru.

Namun saat itu gagal karena kartu ATM-nya tak bisa masuk. Kemudian datang terdakwa yang pura-pura menolong korban dengan cara meminta korban menekan PIN ATM serta nominal uang yang akan ditrasfer lalu menekan tombol OK. Transaksi gagal dan yang keluar adalah kertas kosong. Saat hendak bertanya lagi, pria tak dikenal tersebut sudah menghilang.

Korban lantas mencoba mentransfer di ATM Mandiri di UIN Suska, namun lagi-lagi gagal. Tak lama masuk SMS Banking yang memberitahukan bahwa telah terjadi pen-debet-an di rekeningnya. Merasa menjadi korban kejahatan, Syamsul segera melapor ke polisi.

Terdakwa berhasil dibekuk polisi pada Sabtu 2 Desember 2017 sekitar pukul 3.00 WIB dini hari, di Hotel Cititel, Jalan Sisingamaharaja, Pekanbaru.

Kepada polisi, Dicki mengakui telah menguras uang di ATM milik korbannya, Samsul Bahri sebesar Rp 73 juta. Joko Triongko sebesar Rp 49 juta dan uang milik korban Lavita Nova Rp 15 juta.***(har)


BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang