Selasa, 13 Maret 2018 19:57

Jaksa Tuntut Pembobolan ATM Bank Mandiri Enam Tahun Penjara

Pembobolan ATM bank mandiri dinyatakan bersalah di PN Pekanbaru. Terdakwa dituntut jaksa dengan hukuman tinggi, enam tahun pemjara.

Riauterkini- PEKANBARU-Dicki Wahyudi, pelaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri yang diadili di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Dijatuhi jaksa dengan tuntutan hukuman tinggi yakni selama 6 tahun penjara.

Tindakan terdakwa Dicki yang menggondol uang ratusan juta milik korbannya dengan keahliannya mengganjal lidi korek api pada mesin ATM Bank Mandiri. Dinyatakan Jaksa Penutut Umum (JPU) Sukatmini SH dan Budi Dermawan SH terbukti melanggar Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP tentang pencurian dan pemberatan (Curat)

. " Menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 6 tahun," tegas Budi dalam persidangan Selasa (13/3/18) sore

. Atas tuntutan tersebut, persidangan yang dipimpin majelis hakim Martin Ginting SH, untuk mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya pekan depan.

Berdasarkan dakwaan jaksa. pembobolan kartu ATM ini dilakukan terdakwa pada Oktober 2017 lalu, saat korban Syamsul Bahri (53) gagal melakukan penarikan uang di ATM. Dimana pada Selasa (10/10/2017) itu sekitar pukul 21.45 WIB, korban hendak melakukan transfer di ATM Mandiri di RS Eria Bunda, Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru.

Namun saat itu gagal karena kartu ATM-nya tak bisa masuk. Kemudian datang terdakwa yang pura-pura menolong korban dengan cara meminta korban menekan PIN ATM serta nominal uang yang akan ditrasfer lalu menekan tombol OK. Transaksi gagal dan yang keluar adalah kertas kosong. Saat hendak bertanya lagi, pria tak dikenal tersebut sudah menghilang.

Korban lantas mencoba mentransfer di ATM Mandiri di UIN Suska, namun lagi-lagi gagal. Tak lama masuk SMS Banking yang memberitahukan bahwa telah terjadi pen-debet-an di rekeningnya. Merasa menjadi korban kejahatan, Syamsul segera melapor ke polisi.

Terdakwa berhasil dibekuk polisi pada Sabtu 2 Desember 2017 sekitar pukul 3.00 WIB dini hari, di Hotel Cititel, Jalan Sisingamaharaja, Pekanbaru.

Kepada polisi, Dicki mengakui telah menguras uang di ATM milik korbannya, Samsul Bahri sebesar Rp 73 juta. Joko Triongko sebesar Rp 49 juta dan uang milik korban Lavita Nova Rp 15 juta.***(har)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang