Selasa, 13 Maret 2018 17:14

Kisruh Pemberitaan , Korkab KKG MDT Bengkalis Angkat Bicara

Korkab KKG MTD Bengkalis membantah akan menggelar demonstrasi karena 'upah' mereka turun drastis menjadi Rp200 ribu perbulan.

Riauterkini – DURI - Pasca pemberitaan dan membuat gaduh terkait komentar salah seorang oknum Kepala sekolah (Kasek) Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu dengan membawa seluruh ikatan guru agama di bawah Kementrian Agama membuat Koordinator Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Diniyah Tsanawiyah Aliyah (MDTA) Bengkalis, Bona Faisal angkat bicara.

Menurutnya, pemberitaan itu tidak benar muncul dari guru–guru MDTA dan keliru sekali bahkan tidak ada niat sama sekali jika dikaitkan dengan MDTA yang siap menggelar aksi demonstrasi.

“Kami perwakilan MDTA telah mendengar penjelasan langsung dari Ketua Komisi empat pada saat hearing bulan Februari lalu dan memahami kondisi APBD Kabupaten Bengkalis yang menyebabkan terjadinya penurunan dana hibah untuk guru – guru MDTA di tahun ini,” ujar Bona menegaskan.

Dikatakan Bona, Perwakilan guru MDTA telah menyetujui hasil kesepatakan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis pada 18 Maret 2018 lalu tentang adanya penurunan tambahan penghasilan honor guru – guru MDTA dari tahun sebelumnya. Dalam hal ini kordinator guru masing – masing Kecamatan se Kabupaten Bengkalis telah melaksanakan sosialisasi kepada masing – masing guru MDTA dan saat ini guru – guru MDTA sedang melaksanakan pemberkasan sebagai syarat penyaluran dana bantuan honor.

“Intinya, pada saat pertemuan tersebut telah disepakati rencana besaran angka dan dari anggaran yang ada baru cukup untuk enam bulan dan untuk enam bulan berikutnya akan kembali dianggarkan pada APBD Perubahan. Atas nama guru – guru MDTA mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bengkalis, Kadisdik, DPRD dan Kemenag atas kepeduliannya terhadap pendidikan dinegeri junjungan ini,”tambahnya didampingi Sekretaris, Husein.

Terpisah, Hal senada diungkapkan Koordinator Persatuan guru RA dan Madrasah (Pergurama) Bengkalis, Said Mubaroq. Dirinya mengaku terkejut akan kisruh yang ditimbulkan akan pemberitaan itu. “Terkait honor guru MDA yang dibayar Rp 200 ribu perbulan disambut akan adanya aksi demo tidak benar. Saya dan oknum nara sumber diberita itu bahkan ikut rapat dengan Kakan Kemenag Bengkalis dan intinya Kakan Kemenag Bengkalis, Pak Jumari berjanji berusaha melakukan pendekatan kepada Bupati terkait masalah ini. Jadi tidak ada sama sekali akan niat demo itu,”tegasnya.***(hen)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang