Selasa, 13 Maret 2018 17:01

Pakai Sabu,
Sanksi Administrasi Siap Diterima Pegawai RSUD Selasih

Terkait tertangkapnya tujuh pegawai RSUD Selasih Pangkalan Kerinci saat menyalahgunakan narkoba, Direktur rumah sakit itu sangat terpukul. Meski demikian, sanksi tetap harus dijatuhkan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, dr. Ahmad Krinen mengaku terpukul. Hal tersebut menyusul terjaringnya tujuh pegawai instansi yang ia dipimpin oleh BNN kabupaten Pelalawan sepekan silam.

Kala itu, BNN kabupaten Pelalawan berhasil menciduk empat pegawai RSUD Selasih sedang asyik berpesta sabu di ruang radiologi. Setelah dilakukan pengembangan pelaku bertambah tiga orang lagi. Total menjadi tujuh orang.

Hanya saja, pada saat itu petugas BNN tidak menemukan barang bukti, namun setelah dilakukan test urin ketujuhnya positif mengkosumsi narkotika jenis sabu.

Ketujuh pelaku yang terjaring tersebut, tiga orang diantaranya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan empat orang lainnya adalah pegawai honorer Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan yang bertugas di RSUD.

Ketiga PNS, berproresi sebagai sopir, penjaga kamar mayat dan penata ronsen sementara empat pegawai honorer berprofesi sebagai petugas biasa.

Direktur RSUD Selasih, dr. Ahmad Krinen sudah memanggil ketujuh pelaku. Terhadap seluruh pegawainya tersebut Ahmad Krinen, menyampaikan berbagai hal. Termasuk sanksi yang bakal mereka terima.

Untuk sanksi, kata Ahmad Krinen mengacu kepada peraturan bupati nomor 2004 tahun 2016. "Untuk sanksinya, mengacu kepada peraturan bupati, baik itu yang berstatus PNS dan honorer," tegas Ahmad Krinen, Selasa (13/3/18).

Bagi yang menyandang PNS kata Ahmad Krinen sangksinya diserahkan ke BKD sementara untuk honorer diserahkan ke dinas kesehatan.

"Pelakunya, untuk honorer BLUD kita tidak ada, maka kita serahkan ke Diskes. Jika ia honorer BLUD dia langsung kita pecat," tandasnya.***(feb)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang