Selasa, 13 Maret 2018 16:31

10 Desa di Rohul Masuk Kategori Stunting, Dinas Terkait dan Kecamatan Diminta Kerja 'Keroyokan'

Sedikitnya ada 10 desa di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, masuk dalam kategori stunting atau masalah gizi kronis disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sedikitnya ada 10 desa di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, masuk dalam kategori stunting atau masalah gizi kronis disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Pada umumnya, stunting terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting sendiri terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia 2 tahun.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Koordinasi Penggarapan Penanggulangan Stunting di lantai tiga Kantor Bupati, Selasa (14/3/2018), dibuka oleh Bupati Rohul H. Sukiman, diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setdakab Rohul Ir. H. Muhammad Ruslan M.Si.

R‎apat Koordinasi Penggarapan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Rohul diprakarsai oleh BKKBN Provinsi Riau dihadiri 10 Kepala Desa dan 6 Camat yang daerahnya masuk kategori stunting.

Usai Rapat, Asisten II Bidang Ekbang Setdakab Rohul M. Ruslan meminta seluruh dinas terkait dan enam pemerintah kecamatan, termasuk 10 pemerintah desa yang masuk kategori stunting untuk bersama-sama dalam menanggulangi stunting di Kabupaten Rohul dengan cara "keroyokan".

"Ini masalah kita bersama, ya menanggulanginya harus keroyokan atau bersama-sama dengan dinas terkait dalam menurunkan angka stunting ini," harap Ruslan.

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Rohul ini optimis bila kerjasama dengan cara "keroyokan" maka angka stunting di Kabupaten Rohul akan bisa ditanggulangi.

Ruslan menambahkan kerja "keroyokan" dalam menanggulangi stunting dilakukan seluruh dinas terkait, yakni masalah kesehatan atau gizi menjadi kewajiban Dinas Kesehatan.

Sedangkan untuk infrastruktur menjadi kewajiban Dinas PUPR Rohul, dan terkait pangan menjadi tanggung jawab Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Rohul.

Untuk masalah air bersih dan perumahan, sambung Ruslan, tentunya menjadi tugas Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Rohul. Ia juga meminta dinas terkait lain‎ ikut andil dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Rohul.

"Pak Bupati (H. Sukiman) sudah mengintruksikan bahwa permasalahan stunting harus diselesaikan segera di sepuluh desa yang ada di enam kecamatan," ujarnya.

Ruslan mengaku Rakor yang baru digelar sangat penting, sehingga seluruh dinas terkait diminta untuk melakukan pendataan ulang terkait jumlah stunting di Kabupaten Rohul, pasalnya data yang tersebar tersebut merupakan data tahun 2013 silam.

Ruslan juga meminta BKKBN Provinsi Riau untuk gencar mensosialisasikan pola hidup sehat dan melakukan upaya pencegahan agar stunting di daerah tidak terjadi lagi.

Diakui Asisten Bidang Ekbang Setdakab Rohul, pola hidup sehat dan asupan gizi saat ibu hamil sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak, untuk itulah Posyandu harus ikut berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada ibu-ibu hamil terkait asupan gizi.

"Jadi saya baca stunting itu bisa terjadi mulai dari ibu mengandung, hingga menyusui. Hal ini sangat penting untuk mengurangi angka stunting," harapnya.

Ditanya 10 desa di Kabupaten Rohul yang masuk kategori stunting, Ruslan mengungkapkan‎ 10 desa di antaranya seperti Desa Tambusai Timur, Kepenuhan Hilir, Ulak Patian, Marga Mulya, Teluk Aur, Menaming, Bangun Purba Barat, dan Desa Kepayang.

"Kita berharap dari Rakor ini bisa memberikan hasil maksimal dalam menanggulangi stunting di Rokan Hulu. Yang jelas harus keroyokan baru bisa ditekan angkanya (stunting)," tandas M. Ruslan.***(adv/hum/zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang