Selasa, 13 Maret 2018 16:28

Diduga Memeras, Tiga Oknum Polisi Polda Riau Terancam Dipecat

Jika terbukti, tiga oknum polisi anggota Ditnarkoba Polda Riau terancam dipecat secara tidak hormat. Tiga oknum ini diduga melakukan pemerasan hingga Rp200 juta kepada salah satu warga Rohul.

Riauterkini - PEKANBARU - Akibat melakukan pemerasan kepada salah seorang terduga pengguna narkoba di wilayah Rohul, tiga oknum polisi Ditnarkoba Polda Riau terancam di pecat secara tidak hormat. Hal ini akan dilakukan Polda Riau jika putusan pidana umum diatas 4 tahun penjara.

"Saat ini tengah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik tindak pidana umum. Kemudian baru kita lanjutkan pemeriksaan internal," terang Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Pitoyo Agung Yuwono, Selasa (13/3/18).

Dilanjutkannya, pihaknya saat ini tengah menunggu hasil amar putusan pidana umum. Tidak menutup kemungkinan terjadi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) jika ancaman pidana umum di atas 4 tahun penjara. "Kita utamakan terhadap pidana umum dulu, sebelum melakukan tindakan yang mengarah pada pemecatan jika memenuhi syarat," katanya.

Kasus penyalahgunaan kewenangan tiga oknum polisi ini, diharapkam dapat menjadi contoh bagi para personel polisi, khususnya Polda Riau. "Jika melanggar kita tidak akan segan-segan mengambil tindakan. Ini juga sesuai dengan komitmen pimpinan Polri dalam menjalankan tugas," tuturnya.

Sebagai mana diketahui, kasus ini berawal dari tiga oknum polisi mendatangi kediaman AH di Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rohul, Selasa (13/2/18) lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Sesampai di lokasi pelaku memborgol beberapa penghuni rumah serta mengaku anggota Polda Riau sembari bertanya keneradaan AH. Setelah pelaku menemukan AH di mobil colt diesel, pelaku memukul korban dan meletuskan senjata api ke arah kaki korban. Kemudian korban tak sadarkan diri dan langsung dibawa pelaku menuju RS Awal Bros Ujung Batu untuk berobat.

Tiba di rumah sakit, pelaku meminta uang damai sebesar Rp250 juta dengan imbalan korban dilepaskan. Namun, korban tidak menyanggupi permintaan tersebut. Jawaban korban tersebut menyulut amarah pelaku yang kemudian memaksa sembari menodongkan senjata ke arah kepala orang tua korban, Ro.

Melihat hal tersebut, korban lalu berusaha mencarikan uang yang diminta pelaku. Kemudian menyerahkannya kepada pelaku. Setelah itu pelaku pergi meninggalkan korban yang masih dirawat di rumah sakit.

Korban melaporkan kejadian tersebut pada Rabu (7/3/18) kemarin ke Polsek Tambusai. Menanggapi laporan tersebut penyelidikan dilakukan bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Rokan Hulu dan berhasil menangkap ketiga pelaku malam itu juga sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari penangkapan diamankan barang bukti berupa tiga buah ATM berisi Rp18 juta dari tangan Brigadir Ha, dua gelang emas dari Brigadir RE dan dari tangan Bripda JFS diamankan uang Rp25 juta, satu pucuk senjata airsoft gun dan enam butir selongsong peluru.***(rul)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang