Selasa, 13 Maret 2018 14:16

Segera Disidangkan,
Berkas Dugaan Pembunuhan Wanita di Desa Muara Dilam Rohul Sudah Tahap Dua

Berkas dugaan pembunuhan Amelia di Desa Muara Dilam memasuki tahap dua, dan sudah dilimpahkan penyidik Sat Reskrim Polres Rohul kepada Kejari setempat. Persidangannya akan segera digelar.

Berkas dugaan pembunuhan perempuan bernama Amelia (28) di Desa Muara Dilam memasuki tahap dua, dan sudah dilimpahkan penyidik Polsek Kunto Darussalam kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul).

Data Kepolisian sebelumnya, korban Amelia ditemukan tewas tergantung setengah telanjang, di dalam kamar rumahnya di Jalan Baru PT. Eluan Mahkota (EMA) di RT 003/ RW 007 Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Rabu sore silam (25/10/17) sekira pukul 16.00 WIB.

Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak SH, M.Hum, melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Rohul Mochammad Fitri Adhy SH, mengaku penyelesaian perkara dugaan pembunuhan perempuan di Desa Muara Dilam terbilang lama karena terduga pelaku tidak mengakui perbuatannya.

Adhy mengungkapkan dari beberapa gelar perkara dilakukan Penyidik‎ Kepolisian dan Kejaksaan, serta keterangan dari saksi, termasuk saksi ahli dan Ahli Psikolog, menguatkan bahwa kematian korban Amelia yang ditemukan dalam kondisi tergantung bukan meninggal karena bunuh diri.

"Dari keterangan saksi-saksi dan saksi ahli, bahwa ada petunjuk yang mengarah dugaan penganiayaan. Dan saksi ahli menyatakan korban bukan meninggal karena bunuh diri," ungkap Adhy.

Adhy menambahkan, setelah berkas tahap dua, selanjutnya Kejari Rohul akan melimpahkan perkara dugaan pembunuhan korban Amelia ‎ke Pengadilan Negeri Pasirpangaraian, untuk segera disidangkan.

Pada perkara dugaan pembunuhan Amelia, teman pria‎ korban berinsial EM alias Marbun (37) yang dikabarkan sudah tinggal serumah dengan korban ditetapkan sebagai tersangka tunggal.

Adhy mengatakan tersangka disangkakan Pasal 338 tentang pembunuhan, Undang-Undang Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, serta pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat.

"‎Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tandas M. Fitri Adhy.

Berdasarkan data Polres Rohul sebelumnya, dari hasil otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau ditemukan ada beberapa kejanggalan atas kematian Amelia.

Ditemukan ada bekas tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, seperti di bagian kepala belakang dan dada, serta bagian dada dalam korban. Dan dari hasil otopsi terjadi pembekuan darah.

Selain itu, pada reka ulang digelar Senin (5/12/2017) silam, sedikitnya 19 adegan diperankan oleh tersangka Marbun, merupakan karyawan di salah satu perusahaan perkebunan.‎

Saat olah TKP, penyidik tidak menemukan barang bukti berupa pijakan seperti kursi atau benda lain yang digunakan untuk pijakan, sebelum korban ditemukan tewas tergantung.***(zal)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang