Rabu, 21 Pebruari 2018 15:41

Kasus Penganiayaan Petugas BC di Bengkalis,
Terdakwa Sebut Ada Uang Rp28 Juta Disita Petugas

Terdakwa kasus penganiayaan petugas BC mempertanyakan uangnya sebanyak Rp28 juta yang dinyatakan telah disita petugas Bea Cukai namun tidak diakui.

Riauterkini-BENGKALIS- Kasus dugaan penganiayaan terhadap petugas Bea dan Cukai gabungan yang sedang melakukan patroli di Perairan Selat Malaka dilakukan anak buah kapal (ABK) mengangkut arang, Selasa (22/8/17) silam. Saat ini sudah memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

Sidang kasus tersebut yang sudah 3 kali gelar dengan terdakwa Hidayat alias Yati didampingi Penasehat Hukum (PH)-nya Khairul Majid, SH.

Usai sidang, dengan majelis hakim Ketua Zia Ul Jannah, Wimmi D. Simarmata dan Fhatma Aulia Widhola yang digelar pada Selasa (20/2/18) kemarin, terdakwa melalui PH-nya menyebutkan dan mempertanyakan uang sebanyak Rp28 juta milik terdakwa yang hilang karena disita oleh petugas BC.

Menurut terdakwa, kasus penganiayaan terhadap Komandan Patroli (Kopat) BC Bengkalis, berawal pada waktu itu adik terdakwa diduga terlebih dahulu dianiaya oleh Petugas BC dengan cara diikat. Karena tidak menerima perbuatan oknum petugas BC terhadap adiknya itu, terdakwa lantas membalas perbuatan petugas.

"Itu awalnya, karena adik terdakwa ini diduga dianiaya oleh petugas BC dengan cara diikat. Tidak senang, terdakwa melakukan penganiayaan itu," ungkap Khairul Majid, Selasa (20/2/18) kemarin petang.

Kemudian tidak hanya, itu bahwa menurut pengakuan terdakwa uang sebesar Rp28 juta disimpan di dua tas ransel hilang setelah diamankan petugas BC. Akan tetapi tidak diakui BC dan tidak mengetahui terkait uang tersebut.

Uang tersebut, disimpan di dua tas berbeda satu tas berisikan Rp10 juta dan satu tas lagi berisikan Rp18 juta. Sebesar Rp10 juta dari uang tersebut akan digunakan terdakwa untuk merayu petugas BC, namun ditolak petugas. Uang tersebut juga disebutkan dalam dakwaan namun ketika pemeriksaan saksi, uangnya tidak ada.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkalis Aci Jaya S, SH, mengungkapkan bahwa terkait dengan masalah sejumlah uang tidak termasuk dalam pasal yang didakwaan ke terdakwa.

"Kami disini mendakwa terdakwa dengan Pasal 170, tidak mencakup atau tidak menyisir masalah uang, karena sudah terpisah. Kalau memang benar itu ada uangnya bisa di proses hukum yang lain," katanya, Rabu (21/2/18).

Dan menurut Aci, dalam perkara ini JPU hanya membuktikan dan mengejar masalah pemukulan. Meskipun dalam berita acara pemeriksaan atau BAP, diakui Aci masalah uang memang ada.

"Tapi, masalah uang itu tidak ada menyangkut dalam perkara yang saya tangani ini. Yang saya tangani masalah pengeroyokannya," tutupnya.***(dik)




BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang