Rabu, 14 Pebruari 2018 13:03

Tiga Pegawai Rutan Pelaku Pungli Divonis Ringan, Jaksa Nyatakan Banding

Jaksa Penuntut Umum tidak terima vonis ringan terhadap tiga petugas Rutan Pekanbaru pelaku pungli. Lankgah banding pun ditempuh.

Riauterkini-PEKANBARU-Vonis hukuman ringan yang dijatuhkan majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, terhadap tiga pegawai rumah tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru yang terjerat perkara pungutan liar (Pungli) di Rutan. Tak membuat puas pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru selaku penuntutnya. Hari ini pihak Kejari Pekanbaru akan menyampaikan pernyataan bandingnya.

" Kita pasti banding, dan hari rencananya kita akan sampaikan.pernyataan banding kita ke pengadilan," terang M Amin, selaku jaksa penuntut yang menyidangkan perkara tersebut kepada riauterkini.com Rabu (14/2/18) pagi di Kejari Pekanbaru.

Sebelumnya, hakim tipikor PN Pekanbaru yang diketuai Dahlia Panjaitan SH, menghukum tiga pelaku pungli yakni, Taufik, Mantan Kepala Pengamanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Pekanbaru, dan dua bawahannya, Muhammad Kurniawan dan Ripo Riski jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Terdakwa Taufik, dihukum dengan pidana penjara selama 2 tahun, dan terdakwa Muhammad Kurniawan dan Ripo Riski dihukum dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Ketiga terdakwa juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan.

Ketiganya terbukti melanggar Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan dari tuntutan. Dimana sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Amin SH dan Oka Regina SH, Menuntut terdakwa Taufik dengan penjara selama 5 tahun dan 6 bulan, denda sebesar Rp200 juta subsider empat bulan penjara. Sedangkan terdakwa Muhammad Kurniawan dan Ripo Riski dituntut hukuman pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan.

Menurut jaksa, perbuatan Taufik, Mantan Kepala Pengamanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Pekanbaru, dan dua bawahannya, Muhammad Kurniawan dan Ripo Riski. Terbukti telah menyalagunakan jabatan dalam melaksanakan tugas sebagai petugas pengamanan. Ketiga pegawai ini melakukan pungutan tak resmi kepada para tahanan jika ingin pindah ke sel lain yang lebih nyaman. Pungli yang dilakukan ketiga terdakwa itu dilakukan secara berulang ulang.

Atas tindakan para terdakwa tersebut, berujung kerusuhan di Rutan. Hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh pihak Polda Riau, atas laporan para tahanan.***(har)


BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang