Selasa, 13 Pebruari 2018 19:31

Pencoretan Plang Kantor Bupati Kuansing, Kasatpol PP Mengaku Lalai

Kasatpol PP Kuansing siap bertanggungjawab dengan tragedi pencoretan plang kantor bupati. Ia mengaku adanya kelalaian petugas.

RIAUTERKINI-TELUKKUANTAN- Terjadinya pencoretan plang kantor Bupati Kuansing tadi malam, Senin(12/2/18) tidak terlepas dari kelalaian pihak keamanan Satpol PP yang bertugas. Sebab plang kantor yang dicoret pelaku berada didalam kawasan yang dijaga Satpol PP.

"Ini satu kelalaian petugas. Saya siap bertanggungjawab, " ujar Kasatpol PP Kuansing, Ardiansyah saat dikonfirmasi riauterkinicom via telepon, Selasa(13/2/18).

Pria yang akrab disapa Anca ini menjelaskan, pada malam hari kantor bupati itu dijaga oleh dua orang personil. Untuk memastikan keberadaan dua personil ini, tim patroli Satpol PP kerap melakukan pengecekan. Tadi malam itu, tim patroli mengecek keberadaan dua personil sekitar pukul, 01.00 Wib.

"Waktu dicek, dua personil ada dilokasi. Lalu, pada pukul 04.00 Wib dinihari, petugas jaga ini juga berkeliling kantor memastikan keamanan. Belum ada kejadian ini," beber Anca.

Lantas, begitu pergantian sip pada pukul 07.00 Wib tadi pagi, petugas melihat plang kantor bupati sudah dicoreti cat warna merah. "Mereka kaget, " kata Anca.

Anca mencurigai, pelaku berkemungkinan masuk lewat pos pintu belakang yang berhadapan dengan mesjid kantor bupati. Atau saja lewat pagar depan. Karena ada pagar tersebut yang bolong kendatipun terbuat dari besi.

Berdasarkan keterangan Anca, dari dua pos jaga dikantor tersebut, biasanya personil hanya menjaga di pos utama. Sedangkan pos yang berada dibelakang kantor bupati jarang dihuni. Hal ini dikarenakan keterbatasan personil jaga.

Didalam kawasan kantor itu kata dia, hanya ada tiga titik cctv. Jumlah sebanyak ini kurang memadai untuk memantau perkarangan seluas itu. Mestinya kata Anca, cctv harus ditambah dan begitu juga jumlah personil jaga.

Lapor Polisi.

Kasus perusakan aset milik daerah itu akan dilaporkan ke Polisi. Hal ini dilakukan setelah dirinya nanti melaporkan ke bupati. "Tentu saya mai melapor dulu ke pak bupati. Nanti apa saran beliau baru kami laporkan, " tuturnya.

Selaku atasan Satpol PP, Anca siap menerima resiko yang diberikan oleh bupati, sebab selaku pejabat yang membidangi keamanan di Pemkab Kuansing dirinya msngakui hal ini sebuah kelalaian. "Saya akui ini memang kelalaian petugas kami, " aku Anca. ***(dri)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang