Selasa, 13 Pebruari 2018 16:55

Protes Pengadaan Mobil Dinas Rp6 Miliar,
Plang Kantor Bupati Kuansing Dicoret OTK

Plang kantor Bupati Kuansing dicoret orang tak dikenal. Protes atas pengadaan mobil dinas seharga Rp6 miliar yang dinilai tak pro rakyat miskin.

RIAUTERKINI-TELUKKUANTAN-Plang Kantor Bupati Kuantan Singingi dicoret dengan tulisan yang berisikan pernyataan protes terhadap kegiatan Pengadaan Mobil Dinas tahun 2018 oleh oknum yang tidak bertanggung jawab alias OTK.

Hal ini sangat disayangkan oleh Bupati Drs. H. Mursini, dan Wakil Bupati  H. Halim. Kejadian ini diketahui pagi tadi Selasa (13/2/18). Tulisan yang dibuat berisikan bentuk protes terhadap kegiatan pengadaan mobil dinas tahun 2018.

Bupati dan Wakil Bupati melalui Kabag Humas dan Protokoler menghimbau kepada masyarakat kalau ada aspirasi yang ingin disampaikan, sampaikanlah secara sehat dan beretika.

"Jangan merusak fasilitas yang ada. Kita ini negeri yang beradat, punya sopan santun. Jangan kita merusak  tatanan adat dan etika yang sudah terbangun dengan baik dengan cara-cara yang tidak sehat," ucap Bupati.

Sekedar diketahui,  memang beberapa hari belakangan ini sejumlah media masa mengabarkan pada tahun anggaran 2018 ini pemerintahan Kabupaten Kuansing menganggarkan pembelian mobil dinas senilai Rp6 miliar.  Dana sebanyak itu akan dipergunakan untuk membeli enam unit kendraan operasional.  Bukan untuk membeli kendaraan dinas untuk bupati saja.

Di kalangan pegiat media sosial,  kabar pembelian mobnas itu juga menjadi perdebatan yang hangat.  Ada yang menyebutkan pemkab berfoya-foya di atas penderitaan rakyat, namun da juga yang menilai pengadaan mobil dinas untuk Bupati sangat wajar dilakukan.   Mengingat sejak dlantik menjadi bupati,  Mursini masih memakai mobil Innova bekas. Sementara seorang kepala daerah itu berhak mendapatkan mobnas yang memadai sesuai dengan aturan yang berlaku.

Perusak Harus Diproses Hukum

Merusak fasilitas umum merupakan tindakan melanggar hukum.  Oleh karena itu masyarakat meminta polisi mengungkap pelaku.  Karena perbuatan itu sangat mencederai tatanan sosial masyarakat.

"Kita sangat mendorong polisi agar mengungkap pelaku pencorengan tembok kantor bupati itu. Supaya kejadian serupa jangan terjadi lagi dikemudian hari, " pinta salah seorang masyarakat Kuansing,  Zubirman. *(dri) 


BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang