Rabu, 13 Desember 2017 21:36

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemda Kampar Benahi Pasar Tradisional

Plaza Bangkinang akan beroperasi kembali, pasca dilakukannaya penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Kampar dengan manajemen PT Makmur Permata Putra (MPP) selaku investor

Riauterkini-BANGKINANGKOTA- Pusat Perbelanjaan Plaza Bangkinang tampaknya bakal beroperasi kembali setelah sebelumnya sempat mati. Hal ini setelah adanya penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Kampar dengan manajemen PT Makmur Permata Putra (MPP) selaku investor, Kamis (10/8/17) di ruang rapat kantor Bupati Kampar, Kamis (10/8/17) siang usai rapat evaluasi mengenai Plaza Bangkinang.

Bukan itu saja pembenahan dan perbaikan yang dilakukan Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH,MM juga menyentuh pasar tradisional. Sejumlah pasar tradisional telah mendapat perhatian dan akan dibangun dalam waktu dekat.

Penataan pasar telah dimulai dengan penataan pedagang pasar tradisional diPasar Inpres, atau Pasar Atas Bangkinang. Di pasar ini, Pemerintah Kabupaten Kampar juga aktif menggelar pengajian. Di sisi lain, Pemkab Kampar juga telahmulai melakukan penataan Pasar Danau Bingkuang di Kecamatan Bangkinang.

Selanjutnya mengenai penataan Pasar Danau Bingkuang Azis Zaenal ingin membuat Pasar Danau Bingkuang berubah. Keindahan di pinggiran Sungai Kampar didaerah Danau Bingkuang perlu ditingkatkan dengan menata kawasan ini termasuk bangunannya dan membuat kawasan ruang terbuka hijau.

Penataan Pasar Danau bukan sekedar wacana. Bertempat di Ruang Rapat LantaiIII Kantor Bupati Kampar, Selasa (12/12/17), Pemkab Kampar bersama forumkomunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), Badan Pertanahan Negara (BPN) telah mencapai kesepakatan bahwa uang sagu hati terhadap 67 pemilik warung atau rumah yang ada di Pasar Danau akan dibayarkan paling lambat tanggal 20 Desember dengan jumlah anggaran Rp 2,4 Miliar.

Bupati Kampar H Azis Zaenal mengharapkan membongkar ruko dan rumahnya masing-masing karena pada tahun anggaran 2018 ini Pemkab Kampar akan membangun pasar yang lebih modern dari 19 pasar yang ada di Kabupaten Kampar.

Azis mengakui, Pasar Danau Bingkuang sudah sangat tertinggal dari daerah lain, padahal pasar ini berada di pinggir jalan nasional Riau-Sumbar. “Selamapuluhan tahun hanya rencana-rencana saja, namun setelah melalui proses yang cukup panjang, Insya Allah barulah kali ini pembangunannya akan terwujud,semoga ini menjadi jalan terbaik untuk membangun Kampar,” ujar Azis.

Ia mengharapkan dukungan semua pihak dalam pembangunan ini dan dia menjamin letak pasar tidak akan bergeser karena sudah ada proyek pengalihan jalan nasional di belakang bangunan ruko sebelah kiri arah dari Bangkinang ke Pekanbaru.

Mengenai rencana pembangunan ini, bangunan yang ada saat ini akan dirobohkan. Pemkab Kampar juga akan membangun turap di sepanjang pinggir Sungai Kampar dan ditambah lagi pembuatan taman, diberi lampu agar lebih indah.Pinggiran Sungai Kampar yang telah ditata dengan baik ini juga akan menjadiarena menonton pacu sampan yang digelar setiap tahun.

Pembangunan Pasar Danau Bingkuang ini diharapkan menjadi sentra ekonomi masyarakat dan masyarakat dipersilahan mengelola kawasan ini untuk berjualan dan kepentingan lainnya.

Tidak hanya perbaikan Pasar Danau dan Pasar Bangkinang, Pemkab Kampar secara berangsur-angsur juga telah menganggarkan rehabilitasi sejumlah pasar tradisional lainnya dan pembangunan pasar baru.

Kemudian kembali mengenai adanya penandatanganan memorandum of understanding(MoU) antara Pemkab Kampar dengan manajemen PT Makmur Permata Putra (MPP)selaku investor, Kamis (10/8/17) di ruang rapat kantor Bupati Kampar, Kamis(10/8/17) lalu, MoU ini ditanda tangani oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasidan UMK Kabupaten Kampar Muhammad Amin Filda dan pihak PT MPP yang diwakili Hotman Haloho dan Suryanto, perwakilan pedagang Syukri dan Syafrudin sertapihak Bank Muamalat Inhardi dan Nova Waldy.

Azis menjelaskan, untuk membangkitkan kembali Plaza Bangkinang, kepada semua pihak diminta untuk komitmen dengan MoU yang telah diperbarui. Hal ini baik dari pihak PT MPP, pedagang, Bank Muamalat serta Pemkab Kampar.

Dalam kesempatan ini Azis mengatakan bahwa PT MPP telah menyanggupi pembayaran sisa royalti kepada Pemkab Kampar sampai tahun 2016 dengan nilai Rp297,5 juta dengan pelunasan paling lambat akhir November 2017.

Kemudian semua pihak pedagang yang saat ini yang berjualan di luar tempatyang telah disediakan akan kembali berdagang di dalam Plaza Bangkinang pada tempat yang telah disediakan tanpa adanya pungutan diluar kesepakatan yang ada. Kemudian bersedia untuk membayar, taat azas serta pemindahan pedagang yang berjualan paling lambat akhir bulan September 2017.

Selanjutnya pihak Bank Muamalat telah menyepakati bahwa setiap pedagang yang mengalami kemacetan angsuran akan diberikan keringanan berupa perpanjanganpembayaran angsuran dan diadakan perhitungan kembali atas kesepakatan parapihak.

Lebih lanjut Azis mengatakan, Pemkab Kampar memberikan dukungan kepada pihak dalam rangka meyelesaikan semua permasalahan untuk mengembalikan Plaza Bangkinang sesuai dengan rencana semula.

Untuk membangkitkan semangat pedagang dan menambah kekompakan Pemkab Kampar dengan pedagang, kini Pemkab Kampar jugatelah menggelar pengajian rutin setiap Jum’at di Pasar Bangkinang. Pengajian ini dihadiri Bupati Kampar dan sejumlah pejabat.

Seperti diketahui, Ramayana Departemen Store Plaza Bangkinang pernah beroperasi mulai 14 Juli 2013 lalu yang diresmikan oleh Bupati Kampar HJefry Noer. Namun hanya berjalan dua tahun, karena tidak kondusifnya iklim investasi danPlaza Bangkinang terancam makin sepi dari kunjungan dan pembeli apalagi sejak hengkangnya pihak Ramayana dari Plaza Bangkinang, kondisi Plaza Bangkinangmakin memprihatinkan, beberapa usaha gulung tikar. Terakhir, pengelola tempat bermain anak-anak juga kena imbas. Kondisi Plaza Bangkinang pun semakin sulit menjalankan bisnis.***(Adv)


BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang