Selasa, 14 Nopember 2017 18:54

Advertorial,
Komisi I DPRD Riau Lakukan Observasi ke Balai Besar Rehabilitasi Milik BNN

Komisi I DPRD Riau kunjungi Balai Besar Rehabilitasi milik BNN di Desa Wates Jaya, Jawa Barat. Observasi bertujuan menambah wawasan dan melihat bagaimana kondisi dan pengelolaan rehabilitasi.

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi I DPRD Riau lakukan observasi ke Balai Besar Rehabilitasi milik Badan Narkotika Nasional (BNN) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mayoritas seluruh anggota Komisi I DPRD Riau hadir dalam observasi tersebut.

"Observasi yang kita lakukan, dalam rangka menambah wawasan dan melihat langsung bagaimana kondisi sekaligus pengelolaan rehabilitasi di Balai Besar," kata Taufik Arrakhman, Wakil Ketua Komisi I kepada riauterkinicom, Selasa (14/11/17).

Di sana pihaknya melihat fasilitas sarana dan prasarana dalam merehabilitasi para pengguna narkoba. Pendekatan pribadi, pembinaan mental selalu dilakukan pihak pengelola kepada para pengguna narkoba.

"Anggaran untuk rehabilitasi pun sangat mendukung. Mereka memang fokus bagaimana para pengguna narkoba ini bisa direhabilitasi dan nantinya tidak mau mengkonsumsi narkoba lagi," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hasil observasi akan dikoordinasikan dengan Pansus Raperda Narkotika yang mayoritas anggota Pansusnya berasal dari Komisi I. Raperda ini merupakan inisiatif dari Komisi I.

"Nah kebetulan anggota Pansus banyak dari Komisi I, maka saya rasa Raperda ini tidak akan mengalami kendala dalam pembahasannya. Terpenting, hasil observasi akan dikoordinasikan dengan Pansus," jelasnya.

Politisi Gerindra ini berharap, pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendukung Raperda Narkotika yang saat ini tengah dibahas. Termasuk, soal anggaran yang dibutuhkan untuk merehabilitasi para pengguna narkoba.

"Hari ini dari informasi yang beredar, Provinsi Riau masuk dalam lima besar provinsi paling rawan terhadap narkotika. Soal narkoba ini memang harus mendapat penanganan yang serius, tidak boleh main-main," tegasnya.

Di Riau sendiri diakuinya sudah ada tempat rehabilitasi para pengguna narkoba. Namun, masih perlu peningkatan sarana dan prasarana, termasuk anggaran. Jika hal ini terwujud, maka para pengguna narkoba dari Riau tidak perlu lagi direhabilitasi di Lido, cukup di Riau.

"Persolan ini merupakan tanggungjawab moral kita bersama. Jika tempat rehabilitasi di Riau katakanlah seperti di Lido, maka para pengguna narkoba dari Riau cukup direhabilitasi di sini saja," tutupnya. ***(ary)



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang