Senin, 13 Nopember 2017 20:28

Wawako Dumai Sambut Baik Groundbreaking Pipa Gas PGN

Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo menghadiri peletakan batu pertama pembangunan proyek pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai sepanjang 67 Kilometer mili PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

Riauterkini-DUMAI - Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan proyek pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai sepanjang 67 Kilometer mili PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

Proyek ini nantinya untuk memenuhi kebutuhan gas di Dumai di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur, Senin (13/11/17).

Turut hadiri dalam kegiatan ini, Kepala Dinas PUPR H Syahminan, Kepala Dinas Perhubungan Dumai Asnar, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Hendri Sandra, Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi, Forkompimda Dumai.

Groundbreaking yang dilaksanakan oleh PGN dan Pertaminas Gas (Pertagas) anak Perusahaan PT Pertamina itu sebagai langkah awal pembangunan proyek pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai sepanjang 67 kilometer.

Langkah ini diambil sebagai komitmen ketepatan waktu penyaluran gas ke penguna di wilayah Dumai, yang di jadwalkan selesai Oktober 2018 mendatang.

"Awal November PGN memulai pengerjaan proyek pipa transmisi gas bumi dari Duri ke Dumai sepanjang 67 Km. Target kami 1 Oktober 2018 gas bumi sudah mengalir ke pelanggan PGN di Dumai," kata Ibu dalam sambutannya mewakili pihak PGN

Lanjutnya, pembangunan pipa transmisi ini dilaksanakan karena proses pembebasan lahan sudah selesai, selain itu urusan perizinan pun sudah tidak ada masalah. Bahkan PGN sudah mengantongi seluruh izin yang diperlukan seperti izin prinsip dan lainnya.

Lanjutnya, Proyek pembangunan pipa gas transmisi Duri-Dumai merupakan kerja sama BUMN antara PGN dengan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas atau Pertagas.

Kerja sama ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 4975 K/12/MEM/2016. Pada Juni lalu, kedua BUMN ini telah menandatangani Head of Agreement (HoA).

“Dana pembangunan pipa bersumber dari kas internal masing-masing perusahaan. Sesuai porsi kepemilikan, PGN akan mendapat porsi 40 persen pada proyek tersebut, sementara Pertamina mendapat 60 persen," terang Ibnu di hadapan wawako.

Pipa Duri-Dumai akan menyalurkan gas untuk Kilang Pertamina Dumai sebagai konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan produksi kilang, dengan kebutuhan gas sebesar 57 juta standard cubic feet per day (MMSCFD) dan meningkat bertahap hingga 120 MMSCFD.

Pipa Duri-Dumai juga akan mengalirkan gas untuk memenuhi kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, dan industri petrokimia dalam rangka mendorong nilai tambah ekonomi wilayah dan nasional serta daya saing industri. Selain itu PGN juga akan mensuplai gas untuk masyarakat.

Sementara wakil walikota Dumai Eko Suharjo SE menyambut baik dilaksanakannya Groundbreaking pembangunan proyek pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai untuk memenuhi kebutuhan gas di Dumai.

“Atas nama Pemko Dumai saya menyambut baik dilaksanakannya Groundbreaking pembangunan proyek pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai untuk memenuhi kebutuhan gas di Dumai.” Kata Wawako.

Ini sangat bermanfaat untuk mendukung operasional perusahaan yang ada di Dumai. Sebab keberadaan PGN akan menjawab permintaan gas non subsidi untuk meningkatkan produksi masing - masing perusahaan yang beroperasi di Dumai.

Selain untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan, kehadiran PGN juga diharapkan mampu menjawab permintaan masyarakat untuk menggunakan gas alam dengan harga terjangkau. Selain itu keberadaan PGN diharapkan mampu mencegah kelangkaan LPG bersubsidi.

“Terakhir Saya mengucapkan selamat atas dilaksanakannya Groundbreaking pembangunan proyek pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu," pungkasnya.***(had)



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang