Senin, 13 Nopember 2017 16:45

Hingga Oktober 2017, Kejari Rohul Banyak Tangani Perkara Narkotika, Perlindungan Anak dan Curas

Kejari Rohul mengaku kejahatan di Negeri Seribu Suluk masih didominasi perkara penyalahgunaan narkoba. Disusul erkara perlindungan anak dan Curas.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Angka kejahatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masih didominasi perkara penyalahgunaan dan peredaran narkotika‎, disusul perkara perlindungan anak dan perkara pencurian kekerasan (Curas).

Terhitung mulai Januari 2017 hingga Oktober 2017, perkara narkotika ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul ada 78 perkara, terdiri 76 perkara pelakunya orang dewasa, dan 2 perkara melibatkan pelaku anak di bawah umur.

Bila dibandingkan perkara narkotika tahun 2016, perkara narkotika dinilai cenderung menurun. Pada tahun lalu, Kejari Rohul menangani 139 perkara‎ narkotika, terdiri 136 perkara pelakunya orang dewasa, dan 3 perkara pelakunya anak di bawah umur.

Peredaran narkotika‎ di Kabupaten Rohul bukan hanya dilakukan orang dewasa saja, bahkan anak di bawah umur dan ibu rumah tangga sudah ikut dalam jaringan barang haram tersebut.

Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak, melalui Kasi Pidum Kejari Rohul M. Fitri Adhy‎ mengatakan‎‎ untuk perkara perlindungan anak mengalami kenaikan 5 perkara dibandingkan perkara ditangani 2016 silam sekira 24 perkara.

Hingga Oktober 2017, ungkap Adhy, perkara perlindungan anak ditangani Kejari Rohul ada sekira 29 perkara, terdiri 23 perkara pelakunya orang dewasa dan 6 perkara pelakunya masih anak-anak.

"Memang sangat miris, perkara perlindungan anak di tahun 2017 ini mengalami peningkatan. Semoga saja angka ini tidak bertambah di akhir tahun nanti," harap Adhy.

Sedangkan untuk perkara Curas, diakui Adhy mengalami penurunan. Terhitung Januari hingga Oktober 2017, perkara Curas ditangani Kejari Rohul sekira 11 perkara, terdiri 9 perkara pelakunya orang dewasa, dan 2 perkara pelakunya anak-anak.

‎Adhy mengatakan untuk perkara Curas tahun 2016 sendiri sekira 19 perkara ditangani Kejaksaan, terdiri 16 perkara pelakunya orang dewasa, dan 3 perkara pelakunya anak-anak.

"Semoga saja semua perkara ditangani Kejaksaan menurun dibandingkan tahun sebelumnya," tutup Adhy.***(zal)



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang