Jum’at, 20 Oktober 2017 14:54

Minta Uang Rp14 Juta ke Korban,
3 Oknum Penyidik Polres Pelalawan Dilaporkan ke Wasidik

Tiga penyidik Satreskrim Polres Pelalawan dilaporkan ke Mabes Polri dan Wasidik. Oknum penegak hukum ini diduga meminta uang ke korban perampasan mobil, namun kasus tak kunjung selesai.

Riauterkini-PEKANBARU-Sebanyak 3 penyidik Satuan Reskrim Polres Pelalawan dilaporkan ke Mabes Polri, Kompolnas, serta Wasidik, Propam Polda dan Ombudsman Perwakilan Riau.

Pasalnya, ketiga penyidik ini meminta uang operasional kepada korban perampasan mobil, Iwan Sarjono Siahaan. Namun mobil Mitsubishi Pajero putih yang dirampas ayah dan abangnya sendiri itu tidak kunjung berhasil ditarik kembali.

"Saya betul betul kecewa. Uang operasional yang diminta sudah saya serahkan. Totalnya Rp14 juta, tetapi mobil saya yang dirampas tidak juga berhasil ditarik lagi,'' ucapnya kepada wartawan, kemarin malam.

Ketika memberikan keterangan itu, Iwan didampingi dua pengacaranya, Rudolf Naibaho SH dan Ramli Tambunan SH. Menurut Iwan, peristiwa perampasan mobil itu terjadi di Jalan RAPP Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, 20 September lalu.

Pelaku perampasan mobil tidak lain adalah ayah dan abang korban, Manaek Siahaan dan John Piter Siahaan. Sang ayah yang sudah bercerai dengan ibunda Iwan, menodongkan senjata Airsoftgun lantas membawa kabur mobil Pajero tersebut.

Perampasan mobil itu dikarenakan Manaek dan John Piter Siahaan menganggap mobil yang dirampas itu dibeli Iwan dari hasil panen sawit keluar seluas 50 haktare. "Padahal mobil itu diberikan Paman saya karena saya mengurus sawit beliau yang berada di Bukit Kesuma," ujar korban.

Pendek kata, sore itu juga Iwan melaporkan kejadian itu ke Polres Pelalawan. Laporan Iwan direspon, penyidik Satreskrim Polres tempat. Dengan menggunakan teknologi pelacak seluler diketahui ayah dan abangnya sedang berada di Jalan Lintas Timur, antara Simpang Intan-Kandis atau lewat sedikit Pasar Minggu jika dari arah Kota Pekanbaru.

Begitu posisi mobil sudah diketahui, tim penyidik masing masing berisial T dan dua anggotanya berinisial DS dan DN menyarankan jika ada uang operasional, mereka bisa menarik mobil yang dirampas itu.

Iwan pun setuju dengan tawaran itu. Dia pun merentalkan mobil Kijang Innova untuk ketiga oknum penyidik Polres ini. Lalu Iwan pun menanggupi memberikan uang tunai sebesar Rp4 juta kepada oknum penyidik tadi.

Dengan menggunakan dua mobil, korban pelapor dan 3 penyidik ini pun berangkat ke Simpang Intan. Sebelum berangkat mereka juga singgah di sebuah restoran ternama di Pekanbaru.

Singkat cerita, Iwan disarankan jangan ikut dalam operasi pengembalian mobilnya itu. Ini untuk menghindari terjadinya hal hal tak diinginkan. Lagi lagi korban pelapor menerima saran tersebut.

Penyidik ini kembali lagi menjumpai Iwan dan menyebutkan mobil dan ayahnya (pelaku perampasan) sudah ditahan di Polsek Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Untuk dapat mengeluarkan mobil dari status tahanan Polsek Pinggir, lagi lagi ketiga oknum Polres Pelalawan ini meminta uang operasional sebesar Rp10 juta. Berharap mobilnya dapat kembali Iwan tdak keberatan memberikan uang yang diminta kepada penyidik polisi itu.

"Dulunya, mereka menjanjikan paling lambat Selalu lalu, mobil sudah dapat kembali ke saya. Tetapi kenyataan mobil itu tetap di tangan bapak saya. Padahal uang yang diminta oknum penyidik yang jumlahnya Rp14 juta sudah saya keluarkan,'' katanya dengan nada kecewa.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi yang dihubungi riauterkinicom melalui telepon selulernya, Jumat (20/10/17), mengaku baru mengetahui peristiwa itu. Dia berjanji akan mengecek dulu perkara tersebut.

"Maaf bro, masih ada giat (kegiatan, Red). Nanti saya cek dan saya jawab melalui WA (WhatApps)-nya,'' katanya melalui sambungan telepon seluler.***(son)

Keterangan foto : Korban perampasan mobil, Iwan S Siahaan (kiri) didampingi 2 pengacaranya saat memberikan keterangan kepada wartawan, kemarin malam.



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang