Kamis, 19 Oktober 2017 20:27

Jaksa Langsung Banding,
Tiga Oknum Lurah Pemalsu Surat Tanah Divonis 10 Bulan Penjara

Jaksa Penuntut langsung menyatakan banding saat majelis hakim di Pengadilan Tipikor Pekanbaru menjatuhkan vonis 10 bulan penjara pada tiga oknum lurah yang dinyatakan terbukti bersalah memalsukan surat tanah.

Riauterkini-PEKANBARU-Hukuman cukup ringan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, terhadap tiga oknum lurah yang terjerat perkara pemalsuan penerbitan surat tanah. Tak membuat ketiga oknum lurah di Kota Pekanbaru itu berlega hati.

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang merasa keberatan atas putusan majelis hakim itu langsung menyatakan banding ketingkat Pengadilan Tinggi (PT) Riau.

Berdasarkan amar putusan vonis yang dibacakan Khamozaro Waruwu SH, pada sidang yang digelar Kamis (19/10/17) pukul 18.00 WIB diruang sidang Cakra tersebut. Majelis hakim menjatuhkan putusan hukuman kepada masing masing terdakwa selama 10 bulan kurungan penjara, dan perbuatan ketiga terdakwa terbukti melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan.

Amar putusan yang separuh lebih ringan dari tuntutan JPU itu, langsung membuat JPU Sukatmini SH dan Ayu Susanti SH menyatakan banding.

"Atas putusan ini, kami selaku jaksa penuntut menyatakan banding Yang Mulia," tegas Ayu Susanti.

Sementara masing masing terdakwa yakni, Fadliansyah, Lurah Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki. Budi Marjohan, Lurah Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, dan Gusril, Lurah Sungai Ambang, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa masing masing selama 1 tahun 6 bulan. Ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan.

Berdasarkan dakwaan, perbuatan ketiga terdakwa terjadi tahun 2012 lalu saat ketiganya bertugas di Kantor Lurah Lembah Sari, Rumbai Pesisir. Yang mana Gusril menjabat sebagai Lurah, Fadliansyah sebagai Sekretaris Lurah dan Budi Marjohan sebagai Tapem di Kelurahan Lembah Sari.

Saat itu ketiga terdakwa menerbitkan surat SKGR nomor 22/PEM/LS/II/2012 tanggal 14 Februari 2012 yang diketahui oleh Lurah Lembah Sari dan Camat Rumbai Pesisir dengan nomor register 595.3/KRP-PEM/115 tanggal 14 februari 2012.

Penerbitan SKGR di tanah milik Boy Desvinal seluas 6.987,5 meter persegi, telah berdiri pondok kayu dengan ukuran 4 meter x 5 meter yang terletak di jalan Pramuka RT 04 RW 04, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir itu telah berdiri pondok kayu yang ditempati orang lain.

Alhasil, Boy Desvinal tak terima dan melaporkan ketiga oknum lurah tersebut kepihak kepolisian.

Selanjutnya, berdasarkan fakta yang ditemukan oleh penyidik kepolisian Polresta Pekanbaru. SKGR dengan nomor regiatrasi tersebut, dimana pihak pertama Idris M dan pihak kedua Lamsana Sirait yang dikeluarkan oleh pihak Kelurahan Lembah Sari ternyata tidak sesuai prosedur. Hal tersebut lantaran letak tanah yang ada di SKGR tersebut ternyata berada di Kelurahan Lembah Damai, bukan di Kelurahan Lembah Sari.

Selain itu diduga tandatangan dari sempadan yang ada di surat sempadan tanah yang satu kesatuan dengan surat SKGR tersebut atas nama Ismail diduga palsu.Hal tersebut sesuai pemeriksaan dokumen ke Labfor Mabes Polri pada tanggal 29 Maret 2017 dengan hasil menunjukkan bahwa tandatangan Ismail ternyata non identik.*(har)



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang