Kamis, 12 Oktober 2017 16:09

Capai Rp300 Juta/Bulan,
Walikota Pekanbaru Belum Dapat Laporan Pungli di Pasar Pagi Arengka

Walikota Pekanbaru mengaku belum mendapatkan laporan pungli di Pasar Pagi Arengka yang diduga mencapai Rp300 juta/bulan. Namun ia berjanji akan menindaktegas pegawai yang terlibat.

Riauterkini - PEKANBARU - Munculnya dugaan adanya pungutan liar (Pungli) di jalur lambat pasar Pagi Arengka mencapai Rp300 juta setiap bulannya membuat masyarakat Pekanbaru tercengang.

Jika saja pasar tersebut dikelola dengan baik tentu akan mendatangkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kota Pekanbaru tapi pada kenyataannya uang yang banyak tersebut pergi entah kemana. Hal itu diketahui karena adanya penertiban besar besaran oleh tim yustisi dan saat ini tim telah kantongi beberapa nama pelaku pungli di pasar itu.

Menanggapi hal itu, Walikota Pekanbaru, Firdaus ST.MT mengatakan bahwa dirinya belum menerima laporan atas dugaan pungli tersebut.

"Secara lisan sudah, namun secara tertulis belum. Tindak lanjut kita kepada pelaku tentu akan tegas. Jika dari PNS maka akan kita jewer dengan PP nomor 53 tahun 2010 tentang kepegawaian. Jika dari masyarakat tentu akan kita Pidana kan," tegas Firdaus.

Ditempat berbeda, Kasatpol PP Pekanbaru, Zoelfahmi Adrian menyebutkan bahwa pihaknya telah mengamtongi nama pelaku. Namun saat ini masih dirahasiakan identitasnya.

"Tunggulah dulu, nanti setelah kita laporkan baru kita ekspos," kata Zulfahmi Adrian.

Lanjut, Zulfahmi menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap pelaku pungli di pasar pagi Arengka.

"Fokus kita saat ini adalah bersihkan jalur lambat di Pasar Pagi Arengka dari PKL, dan selanjutnya adalah menindak tegas pelaku pungli disana dan orang yang membeking Pkl tetap berjualan di tempat yang langgar aturan, " singkatnya. ***(dan)



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang