Kamis, 12 Oktober 2017 11:09

Aplikasi 'Polisiku' Pertemukan Warga Jabar Nyasar 9 Bulan di Inhil dengan Ortu

Seorang warga Depok, Jawa Barat 9 bulan kesasar dan 'ditampung' di Polsek Pulau Burung, Inhil. Aplikasi 'Polisiku' mempertemukan pria yang memiliki keterbatasan komunikasi tersebut dengan orang tuanya.

Riauterkini-PULAU BURUNG- Sembilan bulan berlalu, tanpa pernah tahu siapa keluarga dari Dedi Suhendra (41). Lelaki kelahiran Sukabumi, 3 Maret 1976 ini, tidak bisa ditanya tentang identitas dirinya, karena kondisinya memiliki keterbatasan komunikasi. Ia hanya berbekal foto copy KTP. Sejak itulah Dedi menjadi semacam warga baru bagi Polsek Pulau Burung. Diberi tempat tinggal dan dicukupi kebutuhan makannya. Dedi yang pandai berterima kasih membalasnya dengan membantu bersih-bersih.

Kapolsek Pulau Burung, Inspektur Polisi Satu Junaidi, D, berusaha mencari tahu keberadaan keluarga Dedi. Lewat aplikasi "Polisiku", akhirnya, pencaharian tersebut membuahkan hasil. Akhirnya hari Rabu (11/10/17) orang tua Deni dari Depok, Jawa Barat datang ke Pulau Burung, untuk menjemput putranya. Menurut mereka, Dedi telah menghilang dari rumah selama satu setengah tahun.

Kepada orang tua Dedi, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung, S.IK, M.Si, melalui Kapolsek Pulau Burung IPTU Junaidi, D, menceritakan awal keberadaan Dedi di Pulau Burung. Pada awal Februari 2017, warga menginformasikan bahwa ada seseorang lelaki yang bertingkah seperti orang kurang normal, tersasar di Kilometer 9 Desa Pulau Pria itu tidak bisa diajak berkomunikasi, karena jawabannya tidak nyambung dengan yang ditanya warga.

Akhirnya, atas inisiatif IPTU Junaidi, Deni diamankan di Polsek Pulau Burung. Selama di sana, lelaki tersebut hanya bisa membersihkan halaman dan pekarangan. Sementara upaya mencari tau keluarga Dedi terus dilakukan dengan berbekalkan fotokopi KTP, yang ada di kantong Dedi.

IPTU Junaidi, berusaha mencari tahu di aplikasi "Polisiku", dari Divisi Teknologi Informasi (Div TI) Polri. Aplikasi yang bisa ditanam pada smartphone Android atau iOS (Apple Phone) mempunyai tujuan untuk mempermudah pelayanan Polri. Aplikasi ini juga membantu warga untuk menemukan pos pengaduan polisi, UGD, SPBU dan pelayanan masyarakat lainnya secara cepat melalui online. Lewat aplikasi itulah, IPTU Junaidi, bisa berkomunikasi dengan sejawatnya Kasubsektor Tapos Polresta Depok Polda Jawa Barat, AIPTU Hendrawanto.

Alamat yang tertera di KTP Deni, yakni Desa Sukamaju Baru Tapos Depok, kemudian diinformasikan ke Kasubsektor Tapos. Akhirnya orang tua Deni, yaitu M. Soleh dan Rukoyah, berhasil ditemukan.

Dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur, Bapak dan Ibu yang terpisah selama satu setengah tahun, datang menjemput anaknya di Polsek Pulau Burung. Dengan terbata-bata dan penuh keharuan, mereka mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upaya dari Kapolsek dan Personel Pulau Burung, yang telah menyelamatkan dan memelihara anak mereka, selama 9 bulan.

Mereka bercerita, bahwa sebelumnya, Deni dibawa salah seorang keluarganya, untuk berobat di daerah Jambi, namun sesampainya di Jambi, Deni lepas dari pengawasan. Pencarian yang dilakukan, tidak membuahkan hasil dan Deni tidak diketahui rimbanya, hingga akhirnya mereka dihubungi oleh pihak Kepolisian setempat, yang menginformasikan bahwa putra mereka telah ditemukan.

IPTU Junaidi mengatakan, bahwa sudah menjadi tugasnya sebagai anggota Polri, untuk memberikan bantuan dalam meringankan kesulitan masyarakat. Dirinya merasa lega, Deni yang berbulan-bulan menjadi bagian Polsek Pulau Burung, kembali berkumpul bersama keluarga besarnya.***(mar)

Keterangan : Dedi Suhendra (pakai jaket merah) bersama orang tuanya uang menjemput dari Depok, Jabar berfoto bersama Kapolsek Bulau Burung IPTU Junaidi dan jajaran sebelum pamit pulang.



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang