Rabu, 11 Oktober 2017 19:57

Diperiksa Lebih 2 Jam di PN Bengkalis,
Terdakwa Sabu 40 Kg Eri Jack Bersaksi Berbelit-belit

PN Bengkalis kembali sidangkan terdakwa pemilik 40 kilo gram sabu dan 150 ekstasi. Herri alias Eri Jack memberikan kesaksian bertele-tele dan berbelit-belit.

Riauterkini-BENGKALIS- Terdakwa Herri alias Eri Jack, terdakwa bandar sabu seberat 40 kilogram (Kg) dan 150 ribu butir pil ekstasi kembali disidang Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Rabu (11/10/17) petang.

Dengan agenda sidang pemeriksaan terdakwa Eri Jack berlangsung di ruang Cakra, Majelis Hakim PN Bengkalis dipimpin DR. Sutarno didampingi dua hakim anggota. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis Robi Harianto, Andy Sunartejo dan Handoko, sedangkan Penasehat Hukum (PH) Windrayanto dan Syahfrizal.

Sidang dimulai sekitar pukul 15.45 WIB dan tuntas sekitar pukul 18.00 WIB, dalam keterangan yang disampaikan tanpa di atas sumpah, saksi sekaligus terdakwa Eri Jack terkesan bertele-tele dan berbelit-belit.

Majelis Hakim menegaskan, saksi dipersilahkan memberikan keterangan meskipun tidak di atas sumpah, namun hakim akan mengambil sikap dari keterangan yang masuk akal dari terdakwa.

Dalam sidang ini majelis hakim meminta JPU untuk memperlihatkan hubungan terakwa Eri Jack dengan kedua tersangka yang menjalani sidang di PN Siak, Zulfadhli dan Aldo.

Dan JPU juga diminta memperlihatkan barang bukti berupa percakapan keterlibatan terdakwa dengan dua orang kurir barang haram itu. Eri Jack juga sempat menyangkal barang tersebut bukan miliknya atau melibatkan dirinya. Akan tetapi, dia berperan meminta kepada buronan Anto untuk membawa barang haram itu kepada dua orang kurir. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berperan sebagai penghubung, terdakwa Eri Jack juga menyangkal, bahwa yang ditandatangi itu karena berdalih perintah penyidik agar lebih mudah penyidikan. Anehnya, mengaku memberikan nomor telepon Anto kepada Zulfadhli karena untuk mengantarkan narkoba.

Kemudian terdakwa Eri Jack juga menyebutkan pernah menerima upah sebesar Rp90 juta lebih dari pengiriman barang haram itu di dalam BAP. Eri Jack tak dapat menyangkal, hanya menjawab kalau yang ditandatangani itu berarti benar di hadapan majelis hakim.

Hakim sempat menanyakan adanya pengiriman pesan sesuai dengan tanggal terkirim ke Zufadhli dari nomor HP miliknya, jawaban terdakwa Eri Jack nyeleneh dan menjawab bahkan tidak tahu kok bisa pesan itu terkirim dari HP-nya. BAP yang dibuat, terdakwa Eri menyanggah dengan alasan pengaruh tekanan. BAP mengikuti keterangan Zulfadhli, dan pada sidang purbalisan pada pekan lalu, terdakwa sama sekali tidak keberatan dalam BAP seperti yang disebutkan dalam sidang ini dan hanya dua yang keberatan.

Sidang terhadap terdakwa Eri Jack ini dijadwalkan akan kembali digelar Rabu (18/10/17) pekan depan, demgan agenda tuntutan JPU.***(dik)

Foto : Sidang pemeriksaan Eri Jack, terdakwa pemilik sabu 40 Kg dan ratusan ribu butir pil ekstasi di PN Bengkalis, Rabu (11/10/17) petang



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang