Rabu, 13 September 2017 18:57

Meminimalisir Perambahan,
KPHP Model Minas-Tahura Lakukan Patroli Rutin

Guna meminimalisir perambahan, KPHP Model Minas-Tahura terus lakukan patroli rutin di kawasan hutan konservasi Tahura Sultan Syarif Hasyim. Kawasan itu sendiri terbentang di 3 kabupaten dan kota di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Personil Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Minas Tahura Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau melakukan patroli rutin di areal konservasi model Minas-Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Syarif Hasyim (SSH).

"Patroli rutin ini nantinya lebih sering kita lakukan. Kini kita sedang menginventarisir lahan lahan perkebunan yang masuk ke dalam kawasan hutan konversi Tahura,'' kata Zailani, SP, MMA, Kepala KPHP Model Minas-Tahura dalam perbincangan dengan riauterkinicom, Rabu (13/9/17) sore.

Ditambahkannya, patroli rutin terakhir dilakukan Kamis (7/9/17) lalu. Tujuannya di samping untuk untuk meminimalisir aktivitas perambahan hutan di kawasan Tahura SSH tadi, juga mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dalam operasi rutin itu pihaknya terpaksa membongkar pondok, gubuk atau barak yang masuk dalam areal kawasan Tahura SSH. Ada beberapa pemilik pondok yang protes, karena bangunan yang terbuat dari papan itu akan dibongkar. Namun setelah diberitahukan bahwa gubuk dan lahan yang mereka garap masuk dalam kawasan konservasi model Minas-Tahura, mereka pun memakluminya.

Zailani menambahkan, kondisi Tahura SSH sendiri sudah "babak belur" digarap orang orang yang tidak bertanggungjawab. Dari 6.172 haktare (ha) luas areal yang diperutukkan untuk kawasan konservasi Tahura yang terbentang di 3 kabupaten/kota di Riau, yakni Kota Pekanbaru, Kampar dan Siak. Penunjukkan Tahura SSH menjadi kawasan konservasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 348/Kpts-II/1999 tanggal 26 Mei 1999.

"Dari luasan tadi, seluas 1.000 hektare dijadikan kawasan hutan wisata. Namun ironisnya, kini diperkirakan 2.000 haktare sudah dirambah dan dialihfungsikan oleh pihak pihak tak bertanggungjawab menjadi perkebunan kelapa sawit,'' ungkapnya.

KPHP Model Minas Tahura memiliki komitmen dan tanggungjawab untuk mengambilan areal lindung itu sebagai kawasan hutan konservasi. Meski nantinya dalam penertiban akan terjadi konflik konflik di lapangan.***(son)



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang