Selasa, 12 September 2017 19:03

Pungli Terhadap Napi,
Mantan Kepala Pengamanan Rutan Pekanbaru Dijebloskan ke Tahanan

Tiga matan petugas keamanan Rutan Sialang Bungkuk yang diduga telah melakukan pungli terhadap para napi, kini 'dikembalikan' ke tahanan, namun kali ini bukan lagi sebagai petugas.

Riauterkini-PEKANBARU-Tindakan tak terpuji yang dilakukan TA, TR dan MK, dengan melakukan pungutan liar (pungli) terhadap narapidana binaan di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, mengantarkan ketiganya kembali ke Rutan. Namun mereka kembali bukan sebagai petugas, melainkan sebagai tahanan.

Pada Selasa (12/9/17) siang tadi, usai menjalani proses tahap II di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. TA yang merupakan mantan Kepala Pengamanan Rutan, dan dua staffnya TR dan MK, digiring jaksa ke Rutan menjalani masa tahanan jaksa selama 20 hari kedepan.

Kepala Seksi (Kasi) Penuntutan Pidsus Kejati Riau, Lexy Fhatarany kepada para wartawan mengatakan, jika hari ini jaksa penyidik menerima penyerahan tahap II dari Polda Riau.

"Selanjutnya kita lakukan penahanan di tingkat penuntut di Rutan," kata Lexy.

Dikatakan Lexy, ketiga tersangka menyalagunakan jabatan dalam melaksanakan tugas sebagai tugas pengaman Rutan Klas IIB. Mereka melakukan pungutan untuk pemindahanan tahanan ke sel lain.

" Mereka akan tetap berada di Rutan Sialang Bungkuk. Memang tadi ada permohonan pemindahan Rutan, biar internal Rutan yang menyelesaikan," kata Lexy.

Bersama tersangka juga diserahkan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil yang diduga didapat dari uang Pungli.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 12 e jo Pasal 12 a dan Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Khusus untuk Ta ada TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) karena ada barang bukti mobil. Dana yang diperoleh dari Pungli dibelikan mobil dan angsuran," kata Lexy.

Seperti diberitakan sebelumnya,Dugaan pungli ini diketahui pasca kerusuhan di Rutan Sialang Bungkuk, Jumat (5/5/2017) lalu. Selain masalah over kapasitas Rutan, kerusuhan terjadi karena adanya pungli oleh oknum petugas Rutan.*(har)



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2014 - Memantau Riau Detik Perdetik - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang