Jum’at, 19 Mei 2017 14:34

Hasil Mediasi, Seteru Mahasiswa-Kejari Rohul Diselesaikan Secara Adat

Rektor UPP dan Kapolres Rohul berikan mediasi masalah mahasiswa dengan Kejari. Hasilnya, seteru akan diselesaikan secara adat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Hasil mediasi antara Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul akan diselesaikan secara hukum adat. Meski demikian, laporan mahasiswa ke Polres Rohul tetap ditindaklanjuti penyidik.

Mediasi di aula Kantor Kejari Rohul, Jumat (19/5/17) siang, dengan mediator Rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Adolf Bastian, dan Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, ada dua kesepakatan disepakati kedua belah pihak dan sudah ditandatangani.

Pertama, Rabu (25/5/17) depan, Lembaga Adat Melayu (LAM) Rohul akan memediasi masalah mahasiswa dengan Kejari Rohul dengan mengundang ninik mamak dan orang tua kedua mahasiswa yang mengaku jadi korban penganiayaan sejumlah oknum pegawai Kejari Rohul, Selasa (16/5/17) lalu.

Kedua, Jumat (27/5/17), LAM Rohul akan mediasi masalah tersebut dengan mengundang Ninik Mamak, Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak SH, M.Hum, Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, dan pihak lain.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Himarohu Kecamatan Rokan IV Koto Rio Andri, salah seorang mahasiswa yang mengaku jadi korban penganiayaan oknum pegawai Kejaksaan sangat menyesalkan sikap Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak yang tidak berupaya melerai anggotanya saat terjadi keributan, Selasa lalu.

Freddy Daniel Simanjuntak dan Agus Kurniawan selaku Kasi Intel Kejari Rohul diminta angkat kaki dari Kabupaten Rohul.

"Kami minta kepada bapak dan pak Agus agar pulang ke kampung halaman bapak," ujar Rio sambil terisak.

Rio juga meminta dalam kurun 3 X 24 jam Freddy dan Agus diminta angkat kaki dari Kabupaten Rohul.

Menanggapi itu, Rektor UPP Adolf Bastian menyarankan ke mahasiswa agar masalah tersebut diselesaikan secara hukum adat sehingga tidak melebar.

Dikonfirmasi terpisah, usai mediasi, Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak menyambut baik masalah ini akan diselesaikan secara adat.

Sebelumnya, Freddy juga sudah meminta maaf kepada mahasiswa dan berjanji akan bertanggung jawab atas insiden terjadi di kantornya empat hari lalu.

"Biarlah adat melayu yang menyelesaikan masalah ini. Saya menyambut baik," ujar Freddy kepada wartawan.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, sebelumnya juga mengakui penyidik sedang melakukan penyelidikan, apakah ada indikasi tindak pidana atau tidak, sesuai laporan dua mahasiswa, Rio Andri dan Muhammad Sukri, atas dugaan penganiayaan di Kantor Kejari Rohul.

Diakuinya, penyidik Satuan Reskrim Polres Rohul yang menangani laporan mahasiswa juga tengah mengumpulkan bukti-bukti.***(zal)



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang