Jum’at, 19 Mei 2017 13:10

Tipu Rekan Bisnis, Kontraktor Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Seorang kontraktor jalan di Sumut dituntut hukuman 3,5 tahun di Pekanbaru. Ia dituduh telah menipu rekan bisnisnya.

Riauterkini-PEKANBARU-San Tji, seorang kontraktor pengerjaan jalan di Sumatera Utara, menelan pil pahit. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menyatakan dirinya terbukti melakukan penipuan terhadap H Muklis yang merupakan rekan bisnisnya.

Berdasarkan amar tuntutan yang dibacakan JPU Srimadona SH di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, pada sidang Kamis 18/5/17) sore. Terdakwa dituntut hukuman selama 3 tahun 6 bulan (3,5 tahun).

"Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan, atas perbuatan melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan," ucap Srimadona.

Usai tuntutan dibacakan. Majelis hakim yang diketuai Martin Ginting SH menunda sidang selama sepekan.

Di luar persidangan JPU mengatakan bahwa perbuatan San Tji ini telah merugikan rekan bisnisnya (korban) sebesar Rp 1,9 miliar.

Dimana perbuatan terdakwa itu berawal pada oktober 2015 di Hotel Sartika, Medan. Terdakwa bertemu dengan korban, H Muklis, Direktur Hasrat Karta Jaya yang beralamat di Kota Pekanbaru.

Dalam pertemuan tersebut, terdakwa membicarakan masalah bisnis dengan korban yang merupakan pengusaha distributor aspal.

Terdakwa yang saat itu tengah mengerjakan proyek pengerjaan pengaspalan jalan di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Memesan aspal kepada korban sebanyak 200 ton, dengan harga yang disepakati sebesar Rp 9.720.000 per ton, dengan total harga Rp 2.1 miliar.

Setelah disepakati di Hotel Sartika tersebut, dan dihadiri para saksi, karyawan PT Hasta Kerta Jaya. Dilakukan pembayaran oleh terdakwa secara bertahap. Bahkan ketika hutang pembayaran dari terdakwa tinggal Rp 1.9 miliar lagi. Terdakwa mulai berulah, dengan mengulur ulur waktu pembayaran. Ketika ditagih korban, terdakwa melakukan pembayaran dengan menggunakan cek.

Ketikan hendak dicairkan kepada bank yang dituju. Ternyata cek yang diserahkan terdakwa kosong, dan terdakwa sangat susah dihubungi. Korban yang merasa tertipu dan menderita kerugian Rp 1,9 miliar, akhirnya melaporkan kepihak Polresta Pekanbaru," terang Srimadona.

Sidang perkaranya disidangkan di PN Pekanbaru, mengingat para saksi saksi umumnya berdomisili di Pekanbaru," tuturnya.***(har)



BERITA TERKAIT :

 

loading...

 

 
riauterkini.com © 2014 - Memantau Riau Detik Perdetik - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang