Jum’at, 21 April 2017 15:27

Pukuli dan Sekap Pria Paruh Baya,
Perampok di Perum Pesona Beringin Asri Pekanbaru Tertangkap di Pasaman

Pelaku pemukulan, penyekapan dan perampokan sepekan yang lalu, berhasil ditangkap di Pasaman, Sumatera Barat. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Riauterkini-PEKANBARU-Sepekan lebih pasca melakukan pemukulan, penyekapan serta perampokan terhadap Cen-cen (42) di Perum Pesona Beringin Asri, Kecamatan Payung Sekaki pada 7 April lalu, pelarian Beni Irawan akhirnya kandas ditangan tim 807 Sat Reskrim Polresta Pekanbaru.

Berkat penyelidikan panjang, petugas pun berhasil meringkusnya ketika melakukan perburuan ke Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Kamis (20/04/17) kemarin. Polisi juga turut mengamankan barang bukti seutas tali tambang yang digunakan tersangka untuk mengikat korban, sebuah lakban, satu unit motor Beat milik korban yang dilarikan tersangka serta sebatang kayu balok yang digunakan tersangka saat memukuli korban.

"Tersangka sudah kita buru seminggu lebih sejak kejadian. Saat peristiwa (perampokan) itu terjadi, tersangka sempat memukuli korban menggunakan kayu balok, lalu mengikat dan menyekapnya serta membawa kabur motor Beat milik korban," ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto didampingi Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto disela menggelar jumpa pers pengungkapan tersebut, Jum'at (21/04/17) siang.

Menurutnya motif kejadian berdarah yang menyebabkan korban kritis tersebut hanya dipicu permasalahan sepele. Dimana tersangka merasa sakit hati karena korban tak mau membayar lunas hutang yang dimilikinya. Hutang itupun jumlah tidaklah banyak, hanya Rp200 ribu.

"Jadi korban punya hutang Rp200 ribu sama tersangka. Tapi hutang itu hanya dibayar Rp50 ribu saja. Tersangka sudah mencoba memintanya tapi tetap tak dibayar oleh korban. Karena sakit hati, tersangka kemudian bertengkar dengan korban. Sempat terjadi adu fisik, namun tersangka lebih dulu memukulkan sebatang kayu ke arah punggung dan kepala korban sampai korban jatuh. Setelah itu, barulah korban diikat dan disekap. Motornya kemudian dilarikan tersangka," urainya panjang lebar.

Pamen berkepala pelontos ini menambahkan, motor Beat milik korban itu bahkan sempat pula digadaikan oleh tersangka seharga Rp3,5 juta saat telah berada di Pasaman.

"Atas perbuatannya, tersangka kita jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. Perampokan itu murni dilakukan tersangka sendirian," singkatnya.***(gas)



BERITA TERKAIT :

 

 
riauterkini.com © 2014 - Memantau Riau Detik Perdetik - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang