Kamis, 12 Januari 2017 17:22

100 Hektar Lebih Hutan Bukit Betabuh Terbakar

Kebakaran hutan lindung Bukit Betabuh, Kuansing disebut karena unsur kesengajaan. Ratusan hektar lahan terbakar merupakan hutan sudah dibabat.

Riauterkini-TELUKKUANTAN Lebih 100 hektar kawasan hutan Bukit Berabuh, Kabupaten Kuansing yang terbakar merupakan hutan yang sudah selesai di babat.

Kebakaran hutan yang terjadi di hutan lindung Bukit Batabuh yang terjadi, Ahad (8/1/17) lalu itu disebabkan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan ini di utarakan oleh Abriman mantan Kadis Kehutanan Kuansing. Kata dia, lebih 100 hektar areal hutan lindung Bukit Batabuh yang terbakar merupakan areal bekas penumbangan. Artinya areal itu merupakan hutan yang sudah dibabat atau ditebang dan ditumbangkan.

Abriman juga menambahkan, kebakaran hutan lindung ini dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka awalnya sengaja membabat hutan untuk membangun kebun di kawasan hutan lindung Bukit Batabuh.

Di tebangi terlebih dahulu kemudian dibakar, kata Abriman.

Abriman menyebutkan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Riau selaku pihak yang berwenang atas pengelolaan hutan di Kuansing baru turun ke lokasi kebakaran, Selasa (10/1/2017). Sedangkan pihak BB KSDA Wilayah Provinsi Riau baru turun Rabu (11/1/2017).

Sejauh ini kata Abriman belum ada pelaku yang ditangkap. Namun tidak tertutup kemungkinan BB KSDA akan melakukan investigasi mendalam untuk menemukan pelaku pembakaran.

Sampai saat ini belum ada pelaku yang ditangkap, kata Abriman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kawasan hutan lindung Bukit Batabuh memang sejak satu dekade dibabat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk dibangun kebun. Kini kondisi hutan lindung Bukit Batabuh sudah sangat memprihatinkan.

" Jika di lihat kondisi hutan lindung Bukit Betabuh saat ini sungguh sangat memprihatinkan sekali," ungkap Abriman.

Abriman juga menambahkan, bahkan dalam Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera (RTRPS) hutan lindung Bukit Batabuh masuk dalam kategori hutan yang terdegradasi. Tentu saja kondisi ini terjadi disebabkan lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Kehutanan.*** (Ped)



BERITA TERKAIT :

 

 
riauterkini.com © 2014 - Memantau Riau Detik Perdetik - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang